Menitterkini.com, SINTANG-
Universitas Kapuas (UNKA) Sintang, Kalimantan Barat, mewisuda 455 mahasiswa Angkatan XXIII di Indoor Apang Semangai, Kompleks Stadion Baning Sintang, Sabtu (24/10/2026).
Rektor UNKA Sintang, Antonius, mengatakan jumlah lulusan pada wisuda kali ini merupakan yang terbanyak selama enam tahun kepemimpinannya.
Menurut Antonius, sebagian mahasiswa bahkan telah mendapatkan pekerjaan sebelum mengikuti wisuda. Mereka diterima bekerja setelah menjalani program magang maupun mengikuti proses rekrutmen perusahaan melalui kegiatan campus hiring yang digelar di lingkungan kampus.
“Dalam enam tahun kepemimpinan saya, ini adalah wisudawan terbanyak yang lulus dari UNKA. Secara proses akademiknya normal, sudah sesuai prosedur,” ujar Antonius.
Ia menjelaskan, mahasiswa yang telah mendapatkan tawaran kerja berasal dari sejumlah program studi. Pengalaman magang menjadi salah satu faktor yang membuka peluang bagi mahasiswa untuk direkrut perusahaan.
Selain itu, beberapa perusahaan juga menggelar campus hiring dengan mewawancarai calon tenaga kerja secara langsung di kampus UNKA.
“Ada yang sudah diterima karena waktu mereka magang itu dianggap bisa bekerja. Lalu ada yang kemarin ikut campus hiring dan berkesempatan menjadi tenaga kerja di perusahaan,” kata Antonius.
Ia menambahkan, sejumlah lulusan kini tinggal mengurus ijazah sebagai salah satu kelengkapan administrasi untuk melanjutkan proses lamaran kerja.
Menurut dia, capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi universitas sekaligus dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja.
455 lulusan dari tujuh program studi
Sebanyak 455 wisudawan dan wisudawati berasal dari tujuh program studi di Universitas Kapuas.
Rinciannya, 166 lulusan Ilmu Administrasi Publik, 108 lulusan Ilmu Administrasi Bisnis, 86 lulusan Ilmu Hukum, 60 lulusan Agroteknologi, 13 lulusan Pendidikan Bahasa Inggris, 12 lulusan Pendidikan Biologi, dan 10 lulusan Kehutanan.
Ketua Yayasan Melati Sintang, Kusnidar, mengatakan para lulusan tersebut diharapkan mampu berkontribusi bagi masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Ia berharap para sarjana tidak hanya mengandalkan gelar akademik, tetapi juga mampu memberikan pemikiran kritis dan solusi bagi pembangunan di daerah masing-masing.
“455 sarjana di tahun ini diharapkan bisa menjadi pemikir-pemikir yang andal di daerahnya masing-masing dan berkontribusi bagi kampung halamannya masing-masing, minimal sumbangsih pikiran kritis untuk pembangunan yang lebih baik,” kata Kusnidar.
Kusnidar juga mengapresiasi peran dosen dan tenaga kependidikan yang telah mendukung proses pendidikan hingga menghasilkan ratusan lulusan pada tahun ini.
Menurut dia, keberhasilan tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sarjana dituntut memiliki keterampilan tambahan
Kusnidar mengingatkan bahwa memperoleh gelar sarjana bukanlah akhir dari proses belajar. Para lulusan masih memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan kemampuan dan menerapkan ilmu yang diperoleh di tengah masyarakat.
Ia menilai, persaingan dunia kerja saat ini menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki keterampilan nonteknis atau soft skill, seperti komunikasi, adaptasi, kolaborasi, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Selain itu, para sarjana diharapkan terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi serta perubahan kebutuhan dunia kerja.
Kusnidar menyebut ada empat karakter yang perlu dimiliki sarjana agar dapat memberikan dampak nyata, yakni mampu menyelesaikan masalah, memiliki pola pikir bertumbuh, berintegritas dan berempati, serta mampu bekerja sama lintas disiplin ilmu.
“Gelar sarjana belum cukup. Persaingan saat ini menuntut keseimbangan antara ijazah dan soft skill, di antaranya komunikasi, adaptasi dan kemampuan memecahkan masalah, bukan menambah masalah,” demikian pesan yang disampaikan Kusnidar dalam sambutannya.
Ia juga mendorong para lulusan yang memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi agar tidak menunda peluang tersebut.
UNKA telah meluluskan 7.676 alumni
Kusnidar menyampaikan, Universitas Kapuas telah meluluskan sebanyak 7.676 alumni dari tujuh program studi.
Ia berharap keberadaan UNKA terus memberikan kontribusi dalam penyediaan sumber daya manusia berpendidikan sarjana di Kabupaten Sintang dan sekitarnya.
Wisuda tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny, Pembina Yayasan Melati Sintang Milton Crosby, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta orang tua dan keluarga wisudawan.
Kusnidar berharap para lulusan mampu menerapkan ilmu yang dimiliki untuk menghasilkan karya, inovasi, dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan demikian, para sarjana tidak hanya membawa gelar akademik, tetapi juga dapat mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan dan mendukung pembangunan daerah.
