Menitterkini.com, SINTANG-
Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan bekerja sama dengan Bulog Sintang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama tiga hari sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau sekaligus menekan kenaikan harga di pasaran.
Kegiatan berlangsung di tiga lokasi berbeda, yakni di halaman Tasaraya pada 1 Juli, halaman parkir Pasar Masuka pada 2 Juli, dan ditutup di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan pada 3 Juli.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli paket pangan berisi beras SPHP dan minyak goreng dengan harga Rp96 ribu per paket.
Selama pelaksanaan GPM, pemerintah menyediakan sekitar 15 ton beras SPHP, 960 liter minyak goreng Jujur serta 1.060 liter Minyakita.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Lili Suryani menjelaskan, sasaran kegiatan ini adalah masyarakat yang saat ini merasakan dampak kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama minyak goreng yang mulai sulit diperoleh di sejumlah toko modern.
“Melalui kerja sama dengan Bulog, kami berupaya menyediakan minyak goreng dengan harga lebih murah. Untuk minyak goreng jujur, selisih harganya bisa mencapai Rp4.000 hingga Rp5.000 per liter dibandingkan harga di pasaran,” jelasnya.
Gerakan Pangan Murah ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah.
Sejumlah warga yang berbelanja berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin agar masyarakat terus memperoleh akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau.
“Dengan adanya pangan murah ini kami warga Sintang sangat terbantu, karena harga dipasar cukup lumayan tinggi, simentara disini satu paket beras dan minyak hanya di bandrol Rp.90 ribu saya,” Kata Rusminah salah satu warga Sintang.
Pemerintah Kabupaten Sintang pun berharap program ini dapat terus berlanjut sehingga kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi tingginya harga kebutuhan pokok semakin dirasakan. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah minyak goreng, yang belakangan dilaporkan mulai langka di sejumlah gerai ritel modern dan pembeliannya bahkan dibatasi.












