Ratusan Warga Sintang Padati Halaman Gedung Apang Semangai Saksikan Kuda Lumping

Menitterkini.com, SINTANG
Ratusan masyarakat Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, memadati halaman Gedung Apang Semangai pada Sabtu (5/7/2025) untuk menyaksikan pertunjukan seni Kuda Lumping dalam rangkaian acara Grebeg Suro, yang digelar oleh Pusat Paguyuban Warga Jawa (PPWJ) Kabupaten Sintang.

Acara yang mengusung tema “Memajukan Budaya Untuk Memperkokoh Persatuan Bangsa^ ini menjadi momentum penting bagi warga perantauan asal Jawa di Sintang untuk berkumpul dan melestarikan tradisi budaya yang telah lama mengakar. Tampilan Kuda Lumping Bayu Seto dan Marti Budoyo menjadi salah satu daya tarik utama yang memikat perhatian warga lintas usia.

Salah satu penonton, Dewi (34), warga asal Solam Raya, Kecamatan Sungai Tebelian, mengaku sengaja datang dari jauh untuk menyaksikan pertunjukan tersebut. “Saya sangat terhibur. Maka dari itu, meskipun jarak cukup jauh, saya bela-belain datang ke sini karena ingin sekali menonton Kuda Lumping,” ujarnya.

Dewi berharap kegiatan seperti Grebeg Suro bisa digelar rutin setiap tahun. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya bagi masyarakat Jawa di tanah perantauan. “Kalau bisa setiap tahun ada. Jadi kami yang jauh dari kampung halaman tetap bisa merasakan suasana budaya sendiri,” katanya.

Pengamanan Diperketat

Kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar tersebut turut mendapat pengamanan dari Polres Sintang. Sekitar 20 personel kepolisian dikerahkan untuk mengawal jalannya acara sejak siang hingga malam.

Kepala Unit Pengamanan Polres Sintang, Iptu Ronny Simorangkir, mengatakan, pengamanan akan ditingkatkan menjelang malam hari, saat agenda dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit.

“Sore ini kami turunkan 20 personel. Namun, untuk malam nanti, jumlah akan ditambah menjadi 30 personel guna memastikan acara berjalan aman dan tertib,” ujarnya di tengah kerumunan penonton.

Menurut Ronny, hingga Sabtu sore, situasi di sekitar Gedung Apang Semangai terpantau kondusif. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tetap tertib selama acara berlangsung.

Pelestarian Budaya

Imam Asrori Sekretaris Panitia Kegiatan Pusat Paguyuban Warga Jawa mengatakan bahwa kegiatan Grebeg Suro merupakan bentuk upaya komunitas Jawa di Sintang dalam merawat budaya warisan leluhur. Selain pertunjukan Kuda Lumping dan wayang kulit, acara juga dirangkai dengan doa bersama dan tumpengan sebagai simbol syukur memasuki tahun baru dalam penanggalan Jawa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menguatkan identitas budaya Jawa di Sintang dan mempererat hubungan antarwarga dari berbagai latar belakang,” kata Imam

Penyelenggara berharap dukungan dari pemerintah daerah agar kegiatan serupa dapat terus dilangsungkan setiap tahun dengan skala yang lebih besar dan partisipasi yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *