Menitterkini.com, SINTANG-
Perusahaan Umum (Perum) Damri menunjukkan kepeduliannya terhadap korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Terminal Kabupaten Sanggau pada 5 April 2026 lalu.

General Manager Perum Damri Cabang Pontianak , Ahmad Buhari, menyampaikan bahwa pihaknya bersama jajaran manajemen pusat dan pemerintah desa setempat mengunjungi rumah duka almarhumah Martini di Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang guna menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan santunan kepada keluarga korban.
“Kami dari Damri menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas meninggalnya Ibu Martini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Ahmad Buhari saat ditemui di rumah duka. Kamis, (8/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Damri juga menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab terhadap seluruh korban kecelakaan.
Ahmad Buhari menjelaskan, dalam peristiwa tersebut bus Damri mengangkut sebanyak 31 penumpang. Dari jumlah tersebut, satu orang meninggal dunia, 11 orang mengalami luka berat, dan sisanya mengalami luka ringan.

“Saat ini beberapa korban luka berat masih menjalani perawatan di rumah sakit. Kami terus melakukan pendampingan agar proses pemulihan mereka berjalan optimal,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa langkah yang dilakukan merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap keselamatan dan pelayanan kepada penumpang.
Terkait penyebab kecelakaan, Ahmad Buhari menyebutkan bahwa hingga saat ini masih dalam proses investigasi. Tim internal Damri bersama pihak terkait tengah melakukan pendalaman guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
“Kami berharap hasil investigasi segera diketahui, sehingga bisa menjadi evaluasi untuk peningkatan keselamatan dan keamanan penumpang ke depan,” katanya.
Ia juga menambahkan, Damri selama ini secara rutin melakukan pemeriksaan kendaraan atau ramcheck, serta perawatan berkala terhadap armada yang beroperasi.
“Kejadian ini tentu tidak kita harapkan. Namun ke depan, ini akan menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.












