Tim Penyuluh Mabes TNI Ajak Warga Ambalau Hentikan Buka Lahan dengan Membakar

Menitterkini.com, SINTANG-

Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus diperkuat hingga ke tingkat desa. Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI wilayah Koramil 1205-10/Ambalau, Kodim 1205/Sintang, melaksanakan penyuluhan pencegahan Karhutla di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim (Katim) Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung, kepala desa beserta perangkat desa, serta masyarakat setempat.

Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat diajak meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla, terutama dengan menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.

Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung secara khusus mengajak masyarakat untuk sementara menghentikan kegiatan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Ia juga meminta masyarakat turut memberikan pemahaman kepada keluarga, tetangga dan lingkungan sekitar agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Mulai dari membakar sampah, membuka lahan dengan cara membakar, hingga membuang puntung rokok sembarangan.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk menjaga dan memelihara lingkungan secara bersama-sama serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau terjadi Karhutla.

Masyarakat juga diharapkan ikut bergotong royong dalam upaya pemadaman apabila terjadi kebakaran, tentunya dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan.

Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung mengatakan, penyuluhan kepada para kepala desa di Kecamatan Ambalau dan masyarakat Desa Bukit Tinggi merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran bersama dalam mencegah Karhutla.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dimulai dari diri sendiri dan dilakukan secara bersama-sama.

“Kita mulai dari diri sendiri. Mari kita berjalan bersama dan memberikan satu pemahaman kepada masyarakat, sehingga upaya pencegahan Karhutla ini bisa kita lakukan secara bersama-sama,” ujar Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung.

Masyarakat Sampaikan Kendala di Lapangan

Selain memberikan edukasi, kegiatan penyuluhan tersebut juga menjadi ruang bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi dalam upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla.

Salah satu aspirasi yang disampaikan yakni perlunya keterlibatan perusahaan yang memiliki konsesi di wilayah tersebut untuk membantu masyarakat dalam menghadapi situasi Karhutla.

Masyarakat berharap perhatian dan dukungan perusahaan dapat diberikan secara efektif, terutama ketika terjadi kebakaran yang membutuhkan penanganan cepat.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah keterbatasan jaringan telekomunikasi. Masyarakat menilai pelayanan jaringan telekomunikasi yang tersedia saat ini masih kurang optimal sehingga dapat menghambat komunikasi dan koordinasi ketika terjadi kondisi darurat.

Karena itu, masyarakat mengusulkan adanya sarana komunikasi alternatif di setiap desa sebagai langkah antisipasi apabila jaringan telekomunikasi utama mengalami gangguan.

Salah satu sarana yang diusulkan adalah perangkat komunikasi radio yang dapat menjadi sistem komunikasi cadangan dalam kondisi darurat.

“Di setiap desa perlu adanya alat komunikasi untuk membackup apabila sarana komunikasi yang sudah ada tidak bisa digunakan,” demikian salah satu masukan masyarakat.

Menurut masyarakat, keberadaan sarana komunikasi alternatif akan membantu mempercepat penyampaian informasi apabila terjadi Karhutla, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan jaringan komunikasi.

Kegiatan penyuluhan di Desa Bukit Tinggi berlangsung dalam situasi aman dan tertib dengan kondisi cuaca cerah. Tidak terdapat hal menonjol selama kegiatan berlangsung.

Tim penyuluh yang bertugas terdiri dari Kolonel Adm Sutikno, (AU), Letkol (K) Triwiyono (AL), dan Kapten Inf Nanang Cahyo Diono (AD).

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla semakin meningkat. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, perusahaan, serta aparat juga diharapkan semakin kuat sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini.

Exit mobile version