Menitterkini.com, SINTANG-
Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Sintang diisi dengan berbagai kegiatan perkemahan dan non-perkemahan. Kegiatan yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sintang tersebut melibatkan peserta dari golongan Siaga, Penggalang hingga Penegak.
Untuk golongan Penggalang dan Penegak, kegiatan perkemahan berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Agustus 2026, di Bumi Perkemahan Kwarcab Gerakan Pramuka Sintang. Sementara peserta Siaga mengikuti rangkaian kegiatan selama satu hari pada 14 Agustus.
Wakil Ketua Bidang Bina Wasa Kwarcab Gerakan Pramuka Sintang sekaligus Ketua Panitia, Sih Sarwodadi Teguh mengatakan kegiatan tersebut dirancang tidak hanya untuk memperingati Hari Pramuka, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter peserta didik.
“Tujuannya tentu untuk menumbuhkan semangat nasionalisme anggota Pramuka. Selain itu meningkatkan karakter kepramukaan sesuai dengan prinsip dan dasar kepramukaan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membentuk anak-anak yang kreatif, mandiri, memiliki rasa kebersamaan serta menjunjung tinggi persahabatan.
Untuk golongan Siaga, sejumlah perlombaan yang digelar di antaranya senam Pramuka, talent kepemimpinan Siaga dan bowling botol. Selain perlombaan, peserta juga mengikuti kegiatan bazar Siaga yang dipusatkan di Padepokan Pencak Silat.
Menariknya, produk yang dijual dalam bazar tersebut diarahkan berupa makanan tradisional khas Sintang serta minuman sehat. Peserta tidak diperkenankan menjual minuman sachet atau makanan yang tidak sesuai dengan konsep makanan sehat.
“Yang dijual jajanan makanan tradisional Sintang dan minuman sehat. Jadi tidak menjual minuman sachet, tetapi benar-benar minuman yang sehat,” jelasnya.
Kegiatan Siaga tahun ini diikuti sekitar 285 peserta dari 20 pangkalan atau sekolah.
Sementara untuk golongan Penegak, kegiatan yang dilombakan meliputi Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) variasi dan senam Pramuka. Sedangkan golongan Penggalang mengikuti LKBB tongkat, menyumpit, ketepil, serta SMS atau Semaphore, Morse dan Sandi.
Selain perlombaan, peserta juga mengikuti pentas seni budaya. Penilaian tenda turut dilakukan untuk mendorong kreativitas peserta dalam menata dan mengemas lingkungan perkemahan, meski tidak masuk sebagai perlombaan.
Yang tak kalah penting, seluruh peserta juga diperkenalkan dengan tujuh pembiasaan anak Indonesia yang kini menjadi bagian dari kegiatan kepramukaan. Tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun lebih pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, bersosialisasi, gemar belajar dan tidur lebih awal.
“Ini tidak dilombakan. Tetapi menjadi bagian dari pembiasaan selama mengikuti perkemahan. Ada catatannya dan nantinya digunakan untuk mendapatkan TISKA atau Tanda Ikut Serta Kegiatan,” katanya.
Pelaksanaan pembiasaan tersebut dipantau oleh pembina pendamping masing-masing peserta. Dengan demikian, kegiatan Pramuka tidak hanya berorientasi pada perlombaan, tetapi juga membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami anak-anak memiliki daya kreativitas tinggi, mandiri, punya jiwa kebersamaan dan persahabatan. Itu yang ingin kita tanamkan melalui kegiatan ini,” ulasnya.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sintang, Fery Kurniadi, menilai kegiatan perkemahan Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter dan kemandirian anggota Pramuka.
Menurutnya, kegiatan Pramuka tidak semata-mata tentang perlombaan atau meraih juara. Lebih dari itu, setiap kegiatan harus mampu memberikan pengalaman kepada peserta untuk belajar disiplin, bekerja sama, bertanggung jawab, mandiri dan menghargai sesama.
Perkemahan juga menjadi ruang bagi peserta untuk belajar menghadapi berbagai kondisi. Mulai dari cuaca panas, hidup bersama dalam satu tenda, mengikuti jadwal kegiatan hingga menyelesaikan berbagai tantangan secara bersama-sama.
Fery berharap pengalaman yang diperoleh selama perkemahan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Nilai-nilai positif yang didapat peserta diharapkan dapat diterapkan kembali di sekolah, keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh anggota Pramuka Sintang untuk terus menjaga semangat persaudaraan. Perbedaan hasil perlombaan, menurutnya, tidak boleh menghilangkan kebersamaan sebagai satu keluarga besar Gerakan Pramuka.
“Yang terpenting dari kegiatan ini bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman, membangun persahabatan, belajar mandiri dan membawa nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Fery
Ia juga mengapresiasi para pembina, panitia, peserta dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Sintang.
Dengan berakhirnya perkemahan, Fery berharap semangat kepramukaan terus tumbuh dan melahirkan generasi muda Sintang yang tangguh, kreatif, mandiri, berkarakter serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
