Stok Beras Sintang Aman, 46.479 Keluarga Bakal Terima Bantuan Pangan 30 Kilogram

Menitterkini.com, SINTANG-

Pemerintah Kabupaten Sintang memastikan stok pangan, khususnya beras, masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah kondisi kemarau dan kendala distribusi akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang Lili Suryani mengatakan, saat ini masih tersedia cadangan beras pemerintah untuk Kabupaten Sintang yang disimpan di Bulog sekitar 85 ton.

Stok tersebut sebelumnya telah disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak banjir di sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Kayan Hilir, Kayan Hulu.

“Untuk stok ini aman, terutama beras. Kami juga sedang komunikasi dengan Bulog untuk minyak goreng, dan stoknya juga aman,” ujarnya.pada Swnin,(10/8/2026)

Namun, pemerintah daerah mengakui persoalan BBM menjadi salah satu kendala dalam distribusi pangan. Sulitnya memperoleh BBM dikhawatirkan berdampak terhadap biaya angkutan dan distribusi bahan pangan ke sejumlah wilayah.

Meski demikian, pemerintah memastikan proses distribusi tetap dipantau dan dikoordinasikan bersama Bulog serta pihak terkait.

“Memang kendalanya karena BBM, sulit mendapat BBM, mungkin ada harga yang agak naik. Tapi kalau beras dan minyak goreng subsidi aman untuk masyarakat Kabupaten Sintang,” katanya.

46.479 Keluarga Terima Bantuan Beras

Selain memastikan ketersediaan stok pangan, Pemkab Sintang juga akan menyalurkan bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional untuk periode Juli hingga September 2026.

Sebanyak 46.479 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Sintang akan mendapatkan bantuan beras.

Masing-masing keluarga memperoleh 10 kilogram beras per bulan, sehingga untuk bantuan selama tiga bulan, setiap penerima akan mendapatkan total 30 kilogram beras.

Penentuan penerima bantuan tersebut mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Besok kami rapat bersama camat Kabupaten Sintang untuk penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram per KK per bulan. Selama tiga bulan ini sekaligus penyalurannya 30 kilogram per KK,” jelasnya.

Dari 14 kecamatan di Kabupaten Sintang, penerima bantuan terbanyak berada di Kecamatan Ketungau Tengah.

Jumlah tersebut bukan ditentukan secara khusus oleh pemerintah daerah, melainkan berdasarkan data penerima yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

“Itu berdasarkan DTSEN, data tunggal dari Kementerian Sosial. Jadi kita menggunakan data tersebut untuk penerima manfaat,” katanya.

Distribusi ke Ambalau Jadi Perhatian

Distribusi bantuan pangan juga menjadi perhatian pemerintah, khususnya untuk wilayah yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Ambalau. Pasalnya, distribusi menuju wilayah tersebut masih sangat bergantung pada transportasi sungai.

Kondisi musim kemarau membuat distribusi melalui jalur sungai perlu diperhitungkan karena debit air mengalami penurunan.

“Ambalau ini karena belum ada jalan darat, Serawai-Ambalau kita masih lewat sungai. Karena ini musim kemarau, besok akan kita bahas bersama camat terkait distribusi bantuan pangannya,” ujarnya.

Selain faktor kondisi sungai, persoalan BBM juga menjadi kendala dalam mobilisasi kendaraan pengangkut bantuan.

Meski demikian, distribusi bantuan pangan tersebut merupakan tanggung jawab vendor yang ditunjuk Badan Pangan Nasional. Pemkab Sintang akan melakukan koordinasi, pengawasan dan monitoring agar bantuan dapat segera diterima masyarakat.

Minyak Goreng Subsidi Dipastikan Aman

Untuk bantuan pangan kali ini, pemerintah menegaskan masyarakat hanya akan menerima beras. Minyak goreng tidak termasuk dalam paket bantuan pangan tiga bulan tersebut.

Pemkab Sintang akan menyosialisasikan hal tersebut kepada para camat agar informasi dapat diteruskan kepada masyarakat.

Sementara untuk ketersediaan minyak goreng subsidi di pasaran, pemerintah memastikan stok masih aman.

“Bantuan pangan ini memang dari pusat, makanya besok kami sosialisasikan kepada camat-camat kenapa tidak mendapatkan minyak goreng. Tetapi kalau minyak goreng subsidi seperti Minyakita, stoknya aman,” katanya.

Sementara untuk daging beku, stok tidak lagi tersedia melalui Bulog. Namun, pemerintah tetap memantau ketersediaannya melalui pedagang dan agen penyalur yang ada di Kabupaten Sintang.

Di sisi lain, menghadapi musim kemarau, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan juga mengingatkan masyarakat agar tidak menangkap ikan menggunakan cara-cara yang dapat merusak ekosistem.

Pemerintah telah menerbitkan surat edaran agar masyarakat tidak menggunakan bahan kimia, setrum maupun cara lain yang dapat membahayakan keberlangsungan sumber daya ikan.

“Walaupun musim kemarau biasanya ada ikan, sekarang sepertinya masih ada, tetapi tidak terlalu banyak,” pungkasnya.

 

Exit mobile version