Menitterkini.com, SINTANG –
Peran Rukun Tetangga (RT) dan tokoh masyarakat dinilai penting dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah Kabupaten Sintang. Mereka diminta aktif mengamati perubahan di lingkungan serta cepat melaporkan berbagai persoalan yang berpotensi berkembang menjadi konflik.
Hal tersebut disampaikan Kaban Kesbangpol Kabupaten Sintang Abdul Syufriadi , yang mewakili Wakil Bupati Sintang, dalam kegiatan Sosialisasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Sintang, Rabu (23/9/2026).
Ia menegaskan, keberhasilan pemerintah bukan hanya ketika mampu menangani persoalan yang sudah terjadi. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana persoalan tersebut dapat dicegah dan diminimalisir sejak awal.
“Jangan bangga kalau kita mampu menangani masalah. Banggalah kalau dalam wilayah kita tidak ada masalah,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat memang tidak mungkin sepenuhnya terbebas dari persoalan. Namun, berbagai potensi masalah harus dapat ditekan agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan kembali pentingnya peran RT dan tokoh masyarakat di tengah berbagai perubahan kebijakan, termasuk efisiensi anggaran yang berdampak pada pemerintah daerah hingga pemerintahan desa.
Ia mengajak seluruh aparatur dan masyarakat kembali pada tugas dan tanggung jawab masing-masing sebagai bagian dari pelayanan kepada negara dan masyarakat.
“Jangan tanyakan apa yang diberikan negara kepada kita. Tapi tanyakan kepada diri kita, apa yang bisa kita berikan kepada negara,” katanya, mengutip pernyataan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy.
Mata dan Telinga Pemerintah
Lebih lanjut, ia menggambarkan RT dan tokoh masyarakat sebagai mata dan telinga pemerintah di tengah masyarakat.
Mata, kata dia, berfungsi mengamati setiap perubahan yang terjadi di lingkungan. Sedangkan telinga berfungsi mendengar berbagai informasi dan keluhan warga, baik melalui pertemuan warga, warung kopi, ronda malam maupun grup WhatsApp.
“Kalau kita menghadapi persoalan sekarang ini, banyak informasi justru beredar dari warung kopi. Isu rotasi dan mutasi misalnya, kadang warung kopi lebih dulu tahu,” ujarnya disambut tawa peserta.
Namun, ia mengingatkan agar informasi yang diterima masyarakat tidak langsung dipercaya dan disebarkan. Terlebih di tengah maraknya informasi palsu atau hoaks melalui media sosial dan grup percakapan.
Karena itu, setiap informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan harus terlebih dahulu diverifikasi sebelum diambil tindakan.
“Jangan sampai orang datang kepada kita membawa informasi, lalu kita langsung percaya. Harus betul-betul dilihat dan dipastikan kebenarannya,” tegasnya.
Ia juga meminta RT dan tokoh masyarakat aktif memberikan edukasi kepada warga agar tidak mudah terprovokasi serta tidak mengambil tindakan sendiri ketika menghadapi persoalan.
“Mulut kita digunakan untuk mengedukasi keluarga dan masyarakat agar tidak main hakim sendiri dan tidak mudah terpengaruh isu-isu hoaks,” katanya.
Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar dapat memicu keresahan bahkan berujung pada kerusuhan. Karena itu, deteksi dini dan pelaporan cepat menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Ia mengajak masyarakat segera berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas maupun unsur terkait apabila menemukan persoalan di lingkungan.
“Kalau ada kegiatan atau persoalan warga yang mulai muncul, laporkan dulu. Dengan begitu kita bisa mencari inti persoalannya dan bersama-sama menanganinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, kewaspadaan dini juga penting untuk mencegah persoalan sosial yang bersumber dari masalah ekonomi. Terlebih Kabupaten Sintang saat ini menghadapi tekanan ekonomi serta dampak kemarau panjang.
Menurutnya, bencana alam yang tidak ditangani dengan baik berpotensi berkembang menjadi persoalan sosial.
“Kita menghadapi kemarau panjang. Setelah bencana alam, pada akhirnya bisa menjadi bencana sosial. Karena itu jangan kita baru bergerak ketika masalah sudah terjadi,” pungkasnya.
