Menitterkini.com, SINTANG-
Wahana Visi Indonesia (WVI) secara resmi menutup Area Program Sintang yang telah berlangsung selama 12 tahun, sejak 2013 hingga 2026. Penutupan program ini menjadi penanda berakhirnya pendampingan, sekaligus dimulainya fase baru bagi Pemerintah Kabupaten Sintang dan masyarakat untuk melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan, terutama dalam mewujudkan kesejahteraan anak.
Program Director Wahana Visi Indonesia, Eben Ezer Sembiring, mengatakan perjalanan selama 12 tahun bukan sekadar pelaksanaan sebuah program, melainkan proses membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, serta anak-anak.
“Penutupan Area Program Sintang bukanlah akhir dari perubahan, melainkan proses transisi menuju masyarakat yang semakin mandiri dan mampu melanjutkan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai bersama,” ujarnya.pada Kamis,(6/8/2026).Di My Home hotel.
Selama pendampingan, WVI bersama para mitra berhasil mendorong berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesehatan, pendidikan, perlindungan, partisipasi, serta kesejahteraan anak. Sejumlah capaian juga berhasil diwujudkan, di antaranya terbentuknya petugas perlindungan anak, penguatan ketahanan pangan, desa dengan sistem perlindungan anak yang semakin mapan, kelompok perlindungan anak berbasis masyarakat, kelompok pendukung orang tua, hingga forum anak di tingkat desa dan kecamatan.
Ketua Dewan Pembina Wahana Visi Indonesia, Daniel Budiman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjadi mitra selama pelaksanaan program. Menurutnya, keberhasilan yang dicapai merupakan hasil kerja sama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
Ia berharap seluruh sistem, pengetahuan, dan praktik baik yang telah dibangun dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya tetap dirasakan masyarakat meski program telah berakhir.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Kesejahteraan Anak pada Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang, Florida Ida, mengatakan salah satu fokus penting selama pendampingan adalah pencegahan perkawinan anak.
Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah bersama masyarakat membentuk Forum Anak, Sekolah Pembelajaran Keluarga, serta berbagai kegiatan edukasi bagi orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai perlindungan anak.
“Perkawinan anak masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Karena itu, sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat harus terus diperkuat agar upaya pencegahan tetap berlanjut,” katanya.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari World Vision Canada. Regional Program Manager World Vision Canada, Maya Thomas, mengatakan berakhirnya Area Program Sintang bukan berarti berakhir pula semangat perubahan yang telah dibangun selama ini.
Dalam sambutannya, Maya mengibaratkan masyarakat Sintang seperti aliran sungai yang terus mengalir membawa kehidupan.
Menurutnya, keberhasilan terbesar bukan hanya lahirnya berbagai kebijakan, pelatihan, atau kelompok masyarakat, melainkan tumbuhnya rasa percaya diri masyarakat bahwa mereka mampu membangun masa depan dan menyelesaikan tantangan secara mandiri.
“Yang dulu dianggap sebagai akhir, sesungguhnya adalah awal yang penuh makna. Masyarakat Sintang telah memiliki kekuatan untuk melanjutkan perubahan dengan kemampuannya sendiri,” ujarnya.
Ia juga mengajak anak-anak Kabupaten Sintang untuk terus berani bermimpi, menyampaikan pendapat, serta menjadi bagian dari perubahan di lingkungan mereka.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, menyampaikan apresiasi kepada Wahana Visi Indonesia dan World Vision Canada atas komitmen mendampingi masyarakat Sintang selama lebih dari satu dekade.
Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih menjadi modal penting bagi Pemerintah Kabupaten Sintang untuk melanjutkan pembangunan yang berorientasi pada pemenuhan hak-hak anak.
Pemerintah Kabupaten Sintang, kata Kartiyus, berkomitmen menjaga keberlanjutan berbagai program yang telah dibangun melalui kolaborasi lintas sektor agar manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat dan generasi mendatang.
