Lima SPPG di Sintang Sudah Salurkan MBG, Dua Dapur Baru Beroperasi 20 Juli

Menitterkini.com, SINTANG –

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sintang mulai kembali berjalan setelah masa libur sekolah. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah aktif menyalurkan makanan kepada para penerima manfaat.

Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Sintang, Zam Zami, mengatakan secara keseluruhan terdapat 10 SPPG di Kabupaten Sintang. Namun, saat ini baru lima dapur yang sudah beroperasi penuh.

“Per hari ini yang sudah berjalan ada lima SPPG dari 10 SPPG. Kalau yang aktif sebenarnya ada tujuh, tetapi dua di antaranya masih belum beroperasi karena proses pendataan,” ujarnya pada Menitterkini.com, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, beberapa sekolah belum menerima layanan MBG karena pihak SPPG masih melakukan pendataan siswa baru yang menjadi penerima manfaat. Setelah data tersebut rampung, distribusi makanan akan kembali dilakukan.

Saat ini, dua SPPG yang berada di Kecamatan Sepauk dan Kecamatan Sungai Tebelian masih belum beroperasi dan ditargetkan kembali melayani penerima manfaat pada 20 Juli 2026.

“SPPG di Kecamatan Sepauk dan Sungai Tebelian kemungkinan akan kembali beroperasi tanggal 20 Juli 2026,” katanya.

Zam Zami juga memastikan hingga saat ini belum ada penambahan sekolah baru yang menerima Program Makan Bergizi Gratis. Hal itu disebabkan belum adanya penambahan dapur SPPG di Kabupaten Sintang.

“Untuk saat ini belum ada penambahan sekolah penerima MBG karena belum ada penambahan dapur. Nanti kalau sudah ada dapur baru, sekolah-sekolah yang belum menerima akan diakomodasi,” jelasnya.

Terkait SD Negeri 20 Mambok yang kini dilayani SPPG Simpang Pandan, dia menjelaskan kebijakan tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan program.

Sebelumnya, sekolah tersebut berada di bawah layanan SPPG Sungai Tebelian Balai Agung. Namun, dapur tersebut telah melebihi kapasitas maksimal penerima manfaat.

“Sesuai juknis, satu SPPG maksimal melayani 3.000 penerima manfaat, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sebelum libur sekolah, jumlah penerima manfaat di SPPG Sungai Tebelian sudah hampir 3.500 orang, sehingga beberapa sekolah dialihkan ke dapur terdekat agar pelayanan lebih merata,” terangnya.

Ia menambahkan, hingga kini belum ada rencana penambahan dapur baru karena masih menunggu kebijakan dari pimpinan BGN yang baru.

“Untuk dapur-dapur yang masih dalam tahap persiapan maupun pembangunan, saat ini masih menunggu kebijakan dari pimpinan yang baru,” pungkasnya.

Exit mobile version