Puspawaja Sintang Perkuat Budaya, SDM dan Ekonomi Warga Jawa Lewat Raker II 2026

Menitterkini.com, SINTANG –

Semangat guyub, rukun, dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) II Tahun 2026 Pusat Paguyuban Warga Jawa (Puspawaja) Kabupaten Sintang yang digelar di Gedung SMK Negeri 1 Sintang, Rabu (3/6/2026).

Raker yang diikuti ratusan anggota tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus penyusunan arah program kerja organisasi untuk satu tahun ke depan. Sebanyak 15 bidang dalam kepengurusan turut memaparkan capaian kegiatan, kendala yang dihadapi, hingga rencana program yang akan dijalankan.

Ketua Puspawaja pertama Kabupaten Sintang, Haji Senen Meryono, berharap organisasi yang menjadi wadah pemersatu masyarakat Jawa di Kabupaten Sintang itu terus menjaga kekompakan dan semakin berkembang di masa mendatang.

Menurutnya, Puspawaja memiliki peran penting dalam mempererat tali persaudaraan antarwarga sekaligus menjadi ruang pelestarian budaya di tengah masyarakat yang majemuk.

“Harapan saya Puspawaja ke depan tetap guyub, rukun, dan berjaya. Organisasi ini harus terus menjadi perekat persaudaraan serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Senen.

Ia menegaskan bahwa anggota Puspawaja tidak hanya berasal dari masyarakat Jawa murni, tetapi juga banyak yang lahir dari keluarga dengan latar belakang budaya yang beragam.

“Puspawaja ini bukan hanya berisi orang Jawa murni. Banyak saudara-saudara kita yang berasal dari keluarga campuran, baik Jawa-Dayak, Jawa-Melayu, Jawa-Tionghoa maupun latar belakang lainnya. Yang terpenting adalah semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya serta persaudaraan yang kita bangun bersama,” katanya.

Menurut Senen, keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan yang memperkaya organisasi dan mempererat hubungan antarwarga di Kabupaten Sintang.

Sementara itu, Ketua Umum Puspawaja Kabupaten Sintang, Wahyu Ahmad Prayogo, dalam laporannya menyampaikan pertanggungjawaban kepengurusan selama satu tahun terakhir. Ia menegaskan seluruh program yang dijalankan berorientasi pada peningkatan manfaat bagi anggota maupun masyarakat luas.

“Selama satu tahun ini kami berusaha menjalankan amanah organisasi dengan sebaik-baiknya. Tujuan utama yang ingin dicapai adalah menghadirkan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga Jawa yang tergabung dalam Puspawaja,” ujarnya.

Wahyu mengakui perjalanan organisasi tidak lepas dari berbagai dinamika dan perbedaan pandangan. Namun, menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari proses pendewasaan organisasi.

“Dalam organisasi tentu ada yang setuju, ada yang berbeda pendapat, ada yang memberikan dukungan maupun kritik. Semua itu merupakan bagian dari proses untuk membangun organisasi yang lebih baik. Yang terpenting, kita kembali kepada kesepakatan bersama dan menjadikan setiap masukan sebagai bahan evaluasi,” katanya.

Pada kesempatan itu, Wahyu meminta seluruh bidang menyampaikan laporan kegiatan masing-masing sebagai bahan evaluasi dan penyusunan program kerja tahun berikutnya. Evaluasi tersebut dinilai penting agar program yang kurang efektif dapat diperbaiki, sementara kegiatan yang memberikan dampak positif dapat terus dikembangkan.

Ia juga menegaskan tiga fokus utama yang akan menjadi prioritas Puspawaja ke depan, yakni penguatan budaya, penguatan sumber daya manusia, serta penguatan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Tiga hal ini menjadi fokus kita bersama, yaitu penguatan budaya, penguatan sumber daya manusia, serta penguatan sosial dan ekonomi. Dengan demikian organisasi dapat tumbuh semakin kuat dan keberadaannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Kesempatan ini bendahara Totok juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban dengan rinci.

Dalam forum tersebut, 15 bidang kepengurusan secara bergantian memaparkan program kerja masing-masing. Berbagai usulan, masukan, dan solusi dibahas bersama guna mencapai kesepakatan yang akan menjadi dasar pelaksanaan program organisasi ke depan.

Rangkaian Raker II Puspawaja Kabupaten Sintang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Wahyu Ahmad Prayogo didampingi Sekretaris Sih Sarwodadi Teguh. Kegiatan berlangsung penuh suasana kekeluargaan dan ditutup dengan foto bersama seluruh peserta sebagai simbol komitmen memperkuat persatuan serta menjaga semangat gotong royong di lingkungan Puspawaja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *