Menitterkini.com, SINTANG-
Kasus rabies di Kabupaten Sintang masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hingga saat ini, laporan kasus gigitan hewan penular rabies, khususnya anjing, masih terus ditemukan hampir setiap hari di sejumlah wilayah.
Pihak Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sintang menyebutkan, kasus gigitan paling banyak terjadi di wilayah perkotaan Sintang dan beberapa kecamatan dengan populasi anjing yang cukup tinggi.
“Kasus rabies sepertinya masih cukup tinggi karena setiap hari masih ada laporan kasus gigitan, terutama di Kota Sintang,” ujar Kepala Bidang Peternakan Disbunak Sintang Eka Dahliana pada Menitterkini.com, Rabu, (13/5/2026).
Sebagai upaya penanganan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama Dinas Kesehatan terus melaksanakan vaksinasi rabies terhadap hewan peliharaan masyarakat. Saat ini vaksinasi difokuskan di empat kecamatan yang dinilai memiliki tingkat kasus gigitan tertinggi.
“Untuk saat ini kita melaksanakan vaksinasi di empat kecamatan, yakni Kecamatan Binjai Hulu, Ketungau Tengah, Ketungau Hilir, dan Ketungau Hulu,” katanya.
Selain empat kecamatan tersebut, vaksinasi juga dilakukan di Kecamatan Sintang guna menekan penyebaran rabies di wilayah perkotaan.
Ia menjelaskan, hingga kini jumlah vaksinasi rabies yang telah dilakukan mencapai sekitar 4.000 ekor hewan.
“Jumlah vaksinasi yang sudah kita lakukan kurang lebih sekitar 4.000-an,” ungkapnya.
Menurutnya, populasi anjing paling tinggi berada di wilayah Ketungau Tengah, Ketungau Hilir, dan Ketungau Hulu sehingga daerah tersebut menjadi prioritas penanganan.
Sementara itu, untuk kasus gigitan hewan penular rabies di Kabupaten Sintang, tercatat sudah mencapai sekitar 400 kasus dengan satu kasus meninggal dunia.
“Untuk kasus gigitan saat ini kurang lebih 400 kasus dan meninggal dunia satu orang,” katanya.
Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap hewan peliharaan, segera melaporkan apabila terjadi kasus gigitan, serta membawa hewan peliharaan untuk divaksin guna mencegah penyebaran rabies yang lebih luas di Kabupaten Sintang.
