May Day Tanpa Demo di Sintang, Masyarakat Pilih Jalan Sehat

Menitterkini.com, SINTANG-

Tidak ada teriakan tuntutan, tidak ada aksi turun ke jalan. Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Sintang justru berlangsung santai. Pemerintah Kabupaten Sintang mengalihkannya menjadi jalan sehat massal di eks Bandara Susilo, Minggu (3/5/2026).

Ratusan warga memadati lokasi sejak pagi. Mereka berburu kupon undian sambil menikmati suasana berbeda dari peringatan May Day pada umumnya.

Acara yang diprakarsai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sintang ini mengusung tema “Satu Tekad, Satu Tujuan Sejahtera Bersama”, seolah ingin menegaskan pendekatan baru: merangkul, bukan berhadap-hadapan.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala yang melepas langsung kegiatan itu menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerja dan pengusaha.

“Pekerja ingin upah tinggi, pengusaha ingin biaya rendah. Pemerintah harus hadir di tengah, menjaga keseimbangan itu,” tegasnya.

Menurut Bala, hubungan industrial yang sehat tidak bisa dibangun dengan ego masing-masing pihak. Ia mengingatkan, jika kepentingan tidak dikelola dengan baik, stabilitas ekonomi daerah bisa terganggu.

“Ibarat tari dan gendang, kalau tidak seirama, tidak akan jadi pertunjukan yang baik,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi penegas bahwa di balik suasana santai, persoalan klasik buruh dan pengusaha tetap menjadi perhatian.

Sementara itu, Ketua Panitia May Day yang juga Sekda Sintang Kartiyus menyebut kegiatan ini memang dirancang untuk membangun kebersamaan.

Sebanyak 2.000 kupon dibagikan kepada peserta. Tak hanya itu, 405 paket sembako juga disalurkan kepada pekerja formal dan nonformal.

“Tujuannya memperkuat hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan,” katanya.

Menariknya, seluruh kegiatan tidak menggunakan APBD. Pendanaan berasal dari donasi perusahaan, BUMN, hingga BUMD. Bahkan, hadiah utama satu unit sepeda motor merupakan hasil patungan SPBU anggota Hiswana Migas.

Kehadiran dunia usaha dalam kegiatan ini pun mendapat apresiasi langsung dari bupati. Ia menilai peran pengusaha sangat penting dalam menjaga roda ekonomi tetap berputar.

Meski dikemas santai, peringatan May Day di Sintang tetap menyisakan pesan kuat: kesejahteraan buruh dan keberlangsungan usaha harus berjalan beriringan.

Yunus Perwakilan Badan Usaha menjelaskan bahwa buruh merupakan pilar penting untuk keluarga dan bangsa Indonesia, maka kami mendukung kegiatan hari buruh internasional untuk membangun kebersamaan antara buruh dan pengusaha.

“Kita ingin antara buruh dan pengusaha sama-sama maju dan tumbuh bersama, sejahtera bersama, saling menghormati dan menciptakan suasana kerja adil, aman dan sejahtera,” terang Yunus.

Edi Safari Perwakilan Serikat Pekerja Kabupaten Sintang menyampaikan Hari Buruh Internasional menjadi momentum untuk terus berjuang untuk keadilan dan pemenuhan haknya.

“Peran buruh dalam pembangunan di Kabupaten Sintang sangat penting. Kami menyadari masih banyak tantangan ke depan, maka kami mengajak sinergisitas antara buruh, pemerintah dan pengusaha. Kami percaya hubungan industrialis yang sehat jika terjadi keseimbangan. Kami juga khawatir dengan kehadiran Artificial Intelligence, semoga tidak membuat kaum buruh di PHK” terang Edi Safari

Acara ditutup dengan pengundian doorprize yang disambut antusias peserta.

Exit mobile version