Warga Tebidah Kritis Terinfeksi Rabies, Dirawat di ICU RSUD Sintang

Menitterkini.com, SINTANG –
Seorang wanita berinisial P (36), warga Tebidah, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, terpaksa menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Ade Mohammad Djoen Sintang usai dinyatakan positif rabies.

Pasien masuk rumah sakit sejak 28 Februari 2026. Kondisinya terus memburuk hingga kini dirawat secara intensif oleh tim medis.

Pelaksana Tugas Direktur RSUD Ade Mohammad Djoen Sintang, dr. Samperiono, membenarkan bahwa pasien sebelumnya mengalami gigitan anjing, namun tidak segera diberikan vaksin anti rabies (VAR).

“Pasien sempat digigit anjing beberapa minggu sebelumnya, tetapi tidak langsung diberi vaksin. Saat datang ke rumah sakit, sudah muncul gejala klinis rabies,” ujar dr. Samperiono, Selasa (3/3/2026).

Gejala yang dialami pasien antara lain tubuh kaku, kejang otot, dan mulut berbusa. Saat ini pasien dalam kondisi kritis dan masih dalam penanganan tim medis di ICU.

Dr. Samperiono mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap remeh gigitan hewan penular rabies seperti anjing, kucing, atau kera.

“Segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 10–15 menit. Lalu segera ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan vaksin anti rabies. Jangan tunggu sampai muncul gejala,” tegasnya.

Sementara itu, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sintang mencatat sebanyak 185 kasus gigitan hewan hingga awal Maret 2026. Angka ini menjadi alarm bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi penularan rabies.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *