Menitterkini.com, SINTANG-
Pemerintah Kabupaten Sintang mulai mengambil langkah konkret untuk menekan laju inflasi, khususnya pada komoditas telur yang belakangan permintaannya terus meningkat.
Bidang Peternakan, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Sintang membuka kegiatan gelar gray telur sejak awal pekan ini.
Kepala Bidang Peternakan Disbunak Sintang, Eka Dahliana, mengatakan kegiatan tersebut sudah berjalan selama lima hari terakhir.
“Gelar telur ini sudah dibuka mulai hari Senin lalu. Jadi hari ini sudah lima hari kita melaksanakan kegiatan ini. Tujuannya untuk menekan angka inflasi di Kabupaten Sintang, khususnya pada komoditas telur,” kata Eka, Jumat (30/1/2026)
Ia menegaskan, kebutuhan telur di Sintang diperkirakan akan melonjak tajam menjelang momen besar keagamaan dan perayaan nasional.
“Kedepan kita menghadapi Imlek, Ramadhan, sampai Hari Raya Idul Fitri. Biasanya kebutuhan telur sangat tinggi di masyarakat,” jelasnya.
Dalam gelar pasar ini, telur dijual dengan harga lebih murah dibandingkan standar pasaran. Hal itu dimungkinkan karena pasokan diambil langsung dari peternak lokal Sintang.
“Harga jual kita di bawah standar pasar karena kita ambil langsung dari peternak-peternak yang ada di Kabupaten Sintang,” tambah Eka.
Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi. Meski jadwal pelayanan dibuka mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, stok telur kerap habis lebih cepat.
“Permintaan cukup tinggi. Biasanya jam 11 siang sudah selesai karena stok sudah habis,” ungkapnya.
Dalam sehari, penjualan telur bisa mencapai kisaran 10 hingga 15 ikat.
Eka menegaskan, gelar pasar telur ini tidak hanya dibuka saat hari besar keagamaan, melainkan akan dilakukan rutin sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan di daerah.
“Gelar ini dibuka setiap hari, bukan hanya saat hari raya keagamaan,” pungkasnya.












