GMNI Sintang Apresiasi Sikap Tegas Wagub Kalbar Tolak Rencana Transmigrasi

Menitterkini.com, SINTANG-

Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Sintang menyampaikan apresiasi tinggi terhadap sikap tegas Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang menolak rencana program transmigrasi di wilayah Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Sintang.

Pernyataan tersebut disampaikan Wagub Kalbar saat membuka secara resmi Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-XII di Rumah Betang Tampun Jauh, Rabu (16/7/2025). Dalam pidatonya, Krisantus secara gamblang menyatakan keberatannya terhadap kebijakan transmigrasi yang dinilai belum sejalan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat lokal saat ini.

Ketua DPC GMNI Sintang, Antonius Arbianus, menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi sikap Wakil Gubernur tersebut.

“Pernyataan Pak Wagub sangat mencerminkan keberpihakan terhadap masyarakat lokal dan pelestarian budaya serta lingkungan kami. Oleh karena itu, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen beliau,” ujar Antonius.

Ia juga menyampaikan penolakan tegas GMNI terhadap program transmigrasi di Kabupaten Sintang. Menurutnya, masyarakat lokal masih menghadapi berbagai persoalan mendasar, seperti keterbatasan akses pendidikan, kesehatan, dan minimnya lapangan pekerjaan.

“Menambah jumlah penduduk lewat transmigrasi justru akan memperberat beban sosial dan ekonomi yang ada, serta berpotensi memicu konflik antar kelompok masyarakat. Pemerintah seharusnya mengutamakan pemberdayaan masyarakat lokal terlebih dahulu,” tegas Antonius.

Senada dengan itu, Sekretaris DPC GMNI Sintang, Enjelly, menyampaikan kekhawatirannya terkait potensi konflik sosial yang mungkin timbul akibat persaingan sumber daya yang terbatas.

“Kami sangat khawatir jika transmigrasi tetap dilakukan. Hal ini dapat menimbulkan berbagai konflik sosial akibat perebutan lahan, sumber air, dan akses ekonomi yang terbatas. Alangkah baiknya pemerintah fokus pada pengembangan potensi dan kesejahteraan masyarakat lokal terlebih dahulu,” ujar Enjelly.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *