Kolonel Sutikno Ajak Siswa Ambalau Jaga Alam Lewat Pertanian Menetap

Menitterkini.com, SINTANG-

Tim Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI Wilayah Koramil 1205-10 Ambalau, Kodim 1205 Sintang, mengajak para siswa SMAN 1 Ambalau menjadi pelopor pertanian menetap di desa asal masing-masing.

Ajakan tersebut disampaikan Kolonel Adm Sutikno, saat memberikan penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di SMAN 1 Ambalau, Senin (14/9/2026).

Dalam penyuluhan tersebut, Sutikno menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keseimbangan dan kelestarian alam. Menurutnya, siswa tidak hanya perlu memahami bahaya karhutla, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mencegah kerusakan lingkungan melalui pola pertanian yang lebih menetap dan berkelanjutan.

“Kami mengajak para siswa untuk menjadi pelopor pertanian menetap di desa asal masing-masing. Ini penting untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian alam,” pesan Sutikno.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh para siswa tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga dibawa pulang dan disampaikan kepada keluarga serta masyarakat di desa masing-masing.

Terlebih, para siswa SMAN 1 Ambalau berasal dari berbagai desa. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperluas edukasi tentang pencegahan karhutla hingga ke tingkat masyarakat.

Penyuluhan diikuti kepala sekolah beserta staf, siswa kelas X, XI dan XII, serta Babinsa Koramil 1205-10 Ambalau. Para siswa diketahui berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Ambalau, di antaranya Nanga Kemangai, Lunjan Tingang, Nanga Sangkai, Bukai Tukun, Mensuang, Buntun Pimpin, Dahta Bungai, Ukai, Nanga Kesange, Kepala Jungai, Menakon, Nanga Rade, Buntut Sabon, Buntut Ruan, Sake, Kolangan Juoi, Buntut Purun, Korong Daso, Nanga Mentomoi, Tanjung Andan, Deme, Kremoi, Patih Jepara, Pahangan dan Bukit Tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, Kolonel Adm Sutikno didampingi Letkol (K) Triwiyono dan Kapten Inf Nanang Cahyo Diono. Kegiatan berlangsung tertib dan aman dengan kondisi cuaca cerah.

Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi ikut mengambil peran sebagai generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan pencegahan karhutla di daerah asalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *