Menitterkini.com, SINTANG-
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sintang masih menjadi perhatian. Dalam periode 9 hingga 11 September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang mencatat sedikitnya tujuh titik api terdeteksi di empat kecamatan.
Di sisi lain, berdasarkan rekapitulasi penanganan Karhutla BPBD Sintang hingga 11 September 2026, tercatat 273 lokasi kejadian kebakaran dengan perkiraan total luasan lahan terbakar mencapai ±1.045,5 hektare.
Kepala BPBD Kabupaten Sintang, Kusnidar, mengatakan titik api yang terdeteksi dalam tiga hari tersebut tersebar di Kecamatan Sintang, Ketungau Tengah, Tempunak dan Serawai.
Pada 9 September, satu titik api terdeteksi di kawasan depan PLTU Sungai Ringin, Kecamatan Sintang.
Kemudian pada 10 September, kembali terdeteksi tiga titik api. Masing-masing berada di Desa Kayu Dujung, Kecamatan Ketungau Tengah serta Desa Pulau Jaya dan Bukit Kujau di Kecamatan Tempunak.
Sementara pada 11 September, tiga titik api lainnya terdeteksi di kawasan Tugu Jam/Green Residence, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Kecamatan Sintang; Desa Jelundung/Penekasan, Kecamatan Serawai; serta Jalur Merano/depan Gereja IFGF, Kecamatan Sintang.
Kusnidar menegaskan, setiap titik api yang terdeteksi menjadi perhatian petugas untuk segera dipantau dan ditangani agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
“Kami terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang terdeteksi dan berkoordinasi dengan tim di lapangan untuk penanganannya,” kata Kusnidar pada Sabtu, (12/9/2026).
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang rawan terjadi Karhutla.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan melakukan pembakaran yang dapat menyebabkan api sulit dikendalikan,” ujarnya.
Sementara itu, rekapitulasi penanganan BPBD menunjukkan Karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah hingga 11 September.
Beberapa lokasi yang tercatat dalam penanganan di antaranya Dusun Sungai Labi, Desa Mertiguna; kawasan Sungai Ringin/depan PLTU; Bukit Kujau, Desa Pangkal Baru; kawasan Tugu Jam/Green Residence; Desa Jelundung/Penekasan; Desa Anggah Jaya; Kelurahan Kedabang; Balai Agung; Rawa Mambok; serta Jalur Merano/depan Gereja IFGF.
Dari keseluruhan kejadian yang direkap BPBD, tercatat 273 lokasi kebakaran dengan perkiraan luasan mencapai sekitar 1.045,5 hektare.
Angka tersebut menunjukkan penanganan Karhutla di Sintang masih membutuhkan kewaspadaan dan keterlibatan berbagai pihak. BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan terhadap lokasi yang terindikasi terbakar.
Catatan redaksi: angka ±1.045,5 hektare merupakan total perkiraan luasan dalam rekapitulasi BPBD. Sebagian lokasi dalam data belum mencantumkan luasan terbakar, sehingga angka tersebut merupakan data rekap sementara sesuai laporan BPBD.












