Sasar daerah Perbatasan Sampaikan Pesan Cegah Karhutla

Menitterkini.com, SINTANG-
Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan hingga ke wilayah perbatasan. Tim Penyuluh Karhutla TNI menyambangi masyarakat di Desa Sungai Kelik dan Desa Senaning, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua Tim Penyuluh Karhutla TNI, Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung, pada Kamis (10/9/2026).

Di Desa Sungai Kelik, penyuluhan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB. Selain memberikan pemahaman tentang pencegahan Karhutla, tim juga menyerahkan bantuan bahan kontak kepada masyarakat.

Sebanyak 25 warga Desa Sungai Kelik menerima bantuan tersebut. Kegiatan turut dihadiri Kepala Desa Sungai Kelik Yusuf, perangkat desa, para kepala dusun, Ketua BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh adat, tokoh masyarakat serta Kepala SDN 19 Sungai Kelik.

Dari Sungai Kelik, kegiatan penyuluhan juga berlangsung di Desa Senaning. Penyuluhan pencegahan Karhutla di wilayah tersebut dilaksanakan oleh Tim Penyuluh Pok VI yang dikoordinasikan Kolonel Laut (PM) Husein Setiawan.

Kegiatan dihadiri Camat Ketungau Hulu Stepanus, Danramil 05 Ketungau Hulu, perwakilan Polsek Ketungau Hulu, Ketua DPRD Kabupaten Sintang Mardiansyah, perwakilan Pemerintah Desa Senaning, tokoh adat serta unsur TNI-Polri.

Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam mencegah Karhutla. Upaya pencegahan dinilai harus dimulai dari lingkungan masyarakat, terutama dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang dapat memicu munculnya api.

“Pencegahan Karhutla harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat memiliki peran penting untuk menjaga lingkungan dan mencegah munculnya sumber api,” ujar Brigjen Parlindungan dalam penyuluhan tersebut.

Menurutnya, penyuluhan ke daerah-daerah menjadi bagian penting untuk menyampaikan pesan pencegahan secara langsung kepada masyarakat, termasuk di wilayah yang jauh dari pusat kota dan berada di kawasan perbatasan.

“Kami datang untuk menyampaikan pesan pencegahan secara langsung kepada masyarakat. Harapannya, apa yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Kegiatan penyuluhan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, aparat desa dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Dari wilayah perbatasan Ketungau Hulu, pesan yang dibawa sederhana namun penting: mencegah api sebelum membesar jauh lebih baik daripada harus berjibaku memadamkannya ketika sudah meluas.

Exit mobile version