Menitterkini.com, SINTANG-
Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan hingga ke tingkat desa. Sebanyak tujuh personel Tim 6 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sesko TNI memberikan penyuluhan kepada masyarakat di Desa Manter dan Desa Kajang Baru, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Sabtu (5/9/2026).
Penyuluhan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap ancaman karhutla, sekaligus mendorong warga agar lebih siap melakukan pencegahan sejak dini.
Dalam kegiatan itu, masyarakat diingatkan untuk ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran.
Langkah tersebut dinilai penting agar potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.
Tim 6 Pasis Dikreg LVI Sesko TNI juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pencegahan karhutla.
Menurut tim, upaya tersebut tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat. Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan unsur terkait diperlukan untuk mengurangi risiko kebakaran, terutama saat musim kemarau.
Dapat Bantuan Mesin Pompa
Selain memberikan penyuluhan, Tim 6 Pasis Dikreg LVI Sesko TNI juga menyerahkan bantuan masing-masing satu unit mesin pompa sumur bor kepada Desa Manter dan Desa Kajang Baru.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh perwakilan Tim 6, Kolonel Mar Yuyun Susanto, kepada perwakilan Penjabat Kepala Desa Manter dan Desa Kajang Baru.
Mesin pompa tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat sekaligus mendukung kesiapsiagaan desa dalam menghadapi potensi kebakaran.
“Dengan adanya bantuan ini, desa diharapkan memiliki dukungan sarana untuk melakukan penanganan awal apabila terjadi kebakaran.” Ujar Kolonel Mar Yuyun Susanto.
Kegiatan penyuluhan dan penyerahan bantuan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama masyarakat untuk menjaga hutan dan lahan dari ancaman karhutla.












