Menitterkini.com, SINTANG –
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sintang bersama seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Kabupaten Sintang akan menggelar salat Istisqa sebagai ikhtiar menghadapi kondisi udara yang saat ini dinilai tidak kondusif dan berbahaya akibat kabut asap.
Kegiatan tersebut rencananya dilaksanakan di Lapangan Kodim Sintang pada 6 September 2026.
Ketua MUI Kabupaten Sintang, Haji Edi Sunaryo, mengatakan salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang berkah.
“Insyaallah Majelis Ulama Indonesia bekerja sama dengan seluruh ormas Islam yang ada di Kabupaten Sintang akan melaksanakan salat Istisqa di Lapangan Kodim. Insyaallah dilaksanakan tanggal 6,” ujar Edi pada Sabtu,(29/8/2026) pagi
Pelaksanaan kegiatan tersebut nantinya dikoordinasikan oleh Sekretaris MUI Kabupaten Sintang, Jufian.
Selain menggelar salat Istisqa, MUI Kabupaten Sintang juga mengeluarkan imbauan kepada seluruh umat Islam untuk melakukan sejumlah langkah spiritual dalam menyikapi kondisi udara yang tidak kondusif saat ini.
Edi menyebutkan, terdapat empat imbauan yang disampaikan MUI Kabupaten Sintang.
Pertama, umat Islam diminta memperbanyak introspeksi atau muhasabah serta istighfar, dengan menyadari dan memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
Kedua, umat Islam diimbau memperbanyak doa memohon turunnya hujan yang berkah. Doa tersebut dianjurkan dibaca setiap selesai melaksanakan salat wajib dan dipimpin oleh imam di tempat-tempat ibadah, baik masjid maupun musala.
“Memperbanyak doa mohon turun hujan yang berkah di setiap selesai salat wajib, dipimpin imam salat di tempat-tempat ibadah, baik masjid maupun musala,” katanya.
Ketiga, MUI mengajak umat Islam untuk memperbanyak sedekah kepada kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus ikhtiar bersama.
Keempat, umat Islam Kabupaten Sintang diimbau mengikuti salat berjamaah di Lapangan Kodim Sintang pada 6 September 2026.
Edi berharap rangkaian doa dan ikhtiar tersebut dapat menjadi jalan bagi masyarakat untuk menghadapi persoalan kabut asap dan kondisi udara yang memburuk.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan tersebut, dengan doa tersebut, akan segera bisa mengatasi persoalan yang terjadi di Kabupaten Sintang khususnya dan Kalimantan Barat pada umumnya,” harapnya.
Ia menambahkan, imbauan tersebut juga menjadi seruan bersama yang melibatkan berbagai unsur, termasuk Dandim, Kapolres, Bupati Sintang serta seluruh ormas Islam di Kabupaten Sintang.
MUI berharap seluruh umat Islam dapat bersama-sama mengikuti imbauan tersebut dan menjadikan kondisi yang terjadi saat ini sebagai momentum untuk memperbanyak doa, introspeksi diri, sedekah, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Ditambahkannya bahwa masyarakat agar tidak melakukan pembakaran yang dapat menbahayakan lingkungan dimana saja.












