Kelelahan Padamkan Karhutla, Satu Personel TRC BPBD Sintang terpaksa Diinfus

Menitterkini.com, SINTANG-
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, terus meluas. Sejumlah titik kebakaran masih dalam penanganan petugas, salah satunya di kawasan Anggah Jaya, Mangkuk Matai, Kedabang hingga arah Sungai Ringin.

Upaya pemadaman bahkan membuat salah satu personel Satgas Karhutla BPBD Kabupaten Sintang mengalami kelelahan.

Satu personel Tim 1 Satgas Karhutla, Hendri, harus mendapat penanganan medis setelah kelelahan saat mengikuti pemadaman di kawasan Sungai Ringin, Anggah Jaya.

Hendri kemudian dipasang infus dan diberikan oksigen sebelum diarahkan ke ambulans yang berada di Posko BPBD Kabupaten Sintang.

Kabid Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sintang, Binyamin, membenarkan adanya personel yang mengalami kelelahan saat bertugas.

Menurutnya, personel tersebut langsung mendapat penanganan setelah kondisi fisiknya menurun akibat aktivitas pemadaman.

β€œTim satu ada yang dipasang infus dan oksigen. Langsung diarahkan ke ambulans. Ambulans memang ada di satgas di Posko BPBD,” ujar Binyamin.

Sementara itu, kondisi kebakaran di jalur Sungai Ringin hingga Anggah Jaya disebut masih belum sepenuhnya terkendali. Asap tebal masih menyelimuti sejumlah lokasi.

Petugas yang sejak sore berada di lokasi juga baru kembali sekitar pukul 23.00 WIB, Sabtu (22/8/2026) karena harus melakukan penanganan kebakaran yang terus meluas.

Pada malam hari, api kembali terlihat menyala di sejumlah kawasan, termasuk Mekar Jaya, Balai Agung, Kedabang dan Mangkuk Matai.

Data rekapitulasi penanganan karhutla BPBD Kabupaten Sintang mencatat kawasan Desa Anggah Jaya, Dusun Mangkuk Matai, arah PLTU Sungai Ringin, menjadi salah satu lokasi yang berulang kali ditangani petugas.

Pada 19 Agustus, luas lahan yang dipadamkan di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 6 hektare. Sehari kemudian, 20 Agustus, kembali dilakukan pemadaman di lokasi yang sama dengan luasan sekitar 1 hektare. Kemudian pada 21 Agustus, petugas kembali melakukan pemadaman dengan perkiraan luas lahan 6 hektare.

Selain itu, pada 18 Agustus, kebakaran di Desa Anggah Jaya juga tercatat mencapai sekitar 11 hektare dan ditangani secara bersama oleh TRC BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, KPH Sintang Utara, KPH Sintang Timur, Manggala Agni hingga Brimob.

Secara keseluruhan, hingga 21 Agustus 2026, BPBD Kabupaten Sintang mencatat terdapat 56 lokasi pemadaman karhutla dengan perkiraan total luas lahan terbakar mencapai 317,5 hektare.

Dari data laporan per kecamatan, Kecamatan Sintang menjadi wilayah dengan laporan terbanyak, yakni 16 laporan, disusul Kelam Permai dan Sungai Tebelian masing-masing tujuh laporan.

Kondisi tersebut membuat petugas gabungan harus terus melakukan pemadaman di sejumlah lokasi, meski medan dan kondisi asap menjadi tantangan tersendiri.

Asap tebal dan api yang kembali muncul di beberapa kawasan membuat penanganan karhutla di Sintang hingga kini masih membutuhkan kewaspadaan tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *