38 Kepala Sekolah Dilantik, Disdikbud Ungkap Masih Ada 133 PLT

Menitterkini.com, SINTANG-

Sebanyak 38 kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP Negeri di Kabupaten Sintang resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya, Rabu (5/8/2026). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sintang memperkuat kepemimpinan sekolah guna meningkatkan mutu pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang Herkulanus Roni menjelaskan, pelantikan kepala sekolah mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2025, yang menegaskan bahwa kepala sekolah merupakan guru yang mendapat penugasan, bukan jabatan struktural.

Ia menerangkan, proses pengangkatan kepala sekolah harus melalui tahapan usulan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kepada Direktorat Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (KSPS), dilanjutkan verifikasi administrasi hingga memperoleh persetujuan teknis dari sistem e-Mutasi Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Setelah persetujuan teknis diterbitkan, barulah guru yang mendapat penugasan dapat dilantik menjadi kepala sekolah,” ujarnya. Usai pelantikan kepala sekolah TK dan SD di pendopo jabatan dinas Bupati Sintang Rabu,(5/8/2026).

Menurut Herkulanus Roni, pelantikan ini bertujuan mengisi kebutuhan kepala sekolah di satuan pendidikan negeri, menjamin kepemimpinan sekolah yang efektif, meningkatkan tata kelola pendidikan, serta memperkuat kualitas layanan pendidikan kepada masyarakat.

Ia mengungkapkan, dari 48 guru yang diusulkan menjadi kepala sekolah, 38 orang telah memperoleh persetujuan teknis dan dilantik, sedangkan 10 orang lainnya masih dalam proses penyempurnaan administrasi.

“Yang sepuluh masih memiliki beberapa catatan administrasi. Berkasnya sedang kami lengkapi agar dapat kembali diusulkan,” katanya.

Selain itu, Herkulanus Roni juga mengungkapkan masih terdapat 133 pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah di seluruh jenjang sekolah negeri di Kabupaten Sintang.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus mengkaji para Plt yang memenuhi persyaratan agar dapat diusulkan menjadi kepala sekolah definitif.

Ia berharap para kepala sekolah yang baru dilantik mampu menjadi pemimpin pembelajaran, mengelola sekolah secara profesional, transparan dan akuntabel, serta membangun kolaborasi dengan guru, orang tua, komite sekolah, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

Sementara itu, Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny mengingatkan para kepala sekolah agar memandang jabatan yang diemban sebagai amanah untuk menyelesaikan persoalan di sekolah, bukan sekadar posisi yang dibanggakan.

Ia menegaskan bahwa meski kepala sekolah merupakan guru dengan tugas tambahan, peran tersebut sangat strategis karena menentukan kualitas generasi penerus Kabupaten Sintang.

“Jabatan ini sangat mulia. Di tangan Bapak dan Ibu akan lahir generasi penerus Kabupaten Sintang di masa depan,” ujarnya.

Ronny mengakui masih banyak keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Sintang. Namun ia meminta kepala sekolah tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, melainkan mampu memetakan persoalan dan mencari solusi sesuai kemampuan sekolah.

Ia mencontohkan persoalan sederhana seperti lampu sekolah yang rusak atau tidak tersedianya tempat sampah yang dapat diselesaikan melalui gotong royong tanpa harus menunggu bantuan pemerintah.

“Petakan masalahnya, cari solusi yang bisa dikerjakan bersama. Kalau memang sudah tidak mampu ditangani, baru sampaikan kepada Dinas Pendidikan, Bupati, Wakil Bupati atau DPRD,” pesannya.

Ronny menegaskan Pemerintah Kabupaten Sintang di bawah kepemimpinan Bupati Gregorius Herkulanus Bala menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan karena menjadi kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia juga memastikan pemerintah daerah terbuka menerima aspirasi para kepala sekolah untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sintang.

“Kami ingin anak-anak Sintang memperoleh pelayanan pendidikan terbaik. Teruslah bekerja dengan semangat, bertanggung jawab, dan menjadi pemimpin yang mampu menghadirkan solusi bagi sekolah masing-masing,” pungkasnya.

Exit mobile version