Hendrikus : Kegiatan Murni Ditarget Rampung Dua-Tiga Bulan

Menitterkini.com, SINTANG –

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sintang mencatat realisasi serapan anggaran hingga saat ini telah mencapai 28 persen dari total anggaran tahun berjalan.

Kepala Dinas Perkim Sintang Hendrikus menjelaskan, bahwa capaian tersebut mencakup berbagai sektor pembangunan, seperti jalan lingkungan, drainase, sanitasi, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), hingga pembangunan sumur bor. Sebagian besar pekerjaan telah memasuki tahap kontrak dan pelaksanaan di lapangan.

“Serapan anggaran kita saat ini sudah mencapai 28 persen dari total anggaran. Sebagian kegiatan sudah terkontrak dan sedang dikerjakan, meski memang belum seluruhnya selesai,” ujarnya.

Ia optimistis seluruh kegiatan yang bersumber dari anggaran murni dapat diselesaikan dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

“Target kita, kegiatan yang bersumber dari anggaran murni bisa selesai dalam dua sampai tiga bulan ke depan,” katanya.

Meski demikian, pelaksanaan sejumlah program baru masih terkendala kenaikan harga satuan pekerjaan yang dipicu meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut membuat sejumlah rencana kegiatan harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

“Permasalahan kita sekarang adalah kenaikan harga satuan akibat kenaikan BBM. Karena itu, beberapa kegiatan yang sudah direncanakan belum bisa kita laksanakan,” jelasnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Dinas Perkim juga tetap menjalankan program bedah rumah, meski jumlahnya masih terbatas. Tahun ini ditargetkan sekitar belasan unit rumah dapat direhabilitasi.

“Program bedah rumah tahun ini sekitar belasan unit. Bukan karena tidak menjadi prioritas, tetapi memang kemampuan anggaran daerah masih terbatas,” ungkapnya.

Untuk memperluas cakupan bantuan, Pemkab Sintang terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Berdasarkan hasil koordinasi dengan Balai Perumahan di Kalimantan Barat, terdapat alokasi sekitar 4.000 unit bantuan rumah untuk kabupaten/kota di provinsi tersebut.

Pemerintah Kabupaten Sintang, lanjutnya, mendukung program tersebut dengan menyiapkan dan menyuplai data calon penerima agar dapat diusulkan memperoleh pendanaan dari pemerintah pusat.

Sementara itu, untuk wilayah perbatasan, tercatat terdapat sekitar 800 unit rumah yang menjadi sasaran program, tersebar di Kecamatan Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah. Adapun belasan unit bedah rumah yang dikerjakan melalui anggaran daerah merupakan bagian dari target penanganan di kawasan perbatasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *