Mahasiswa IMM Datangi PLN ULP Sintang, Tuntut Permintaan Maaf Terbuka dan Kepastian Berakhirnya Pemadaman

Menitterkini.com, SINTANG

Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kapuas Raya mendatangi kantor PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sintang, Jumat (10/7/2026).

Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dan dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat serta dunia usaha di Kabupaten Sintang.

Kedatangan massa disambut langsung Manajer PLN ULP Sintang, Alex Halmar, dengan pengamanan dari aparat kepolisian.

Dalam aksi tersebut, Ketua Umum PC IMM Kapuas Raya, Syahroni Pratama, menyerahkan surat tuntutan kepada pihak PLN.

Menurut Syahroni, pemadaman listrik yang terus berulang telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat sehingga PLN diminta lebih terbuka dalam menyampaikan informasi terkait penyebab gangguan maupun proses perbaikannya.

“Sebagai representasi penyambung aspirasi masyarakat, kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas gangguan pelayanan listrik yang berdampak luas terhadap aktivitas dan produktivitas masyarakat Kabupaten Sintang,” ujarnya.

Dalam surat tuntutan tersebut, IMM menyampaikan dua tuntutan utama kepada PLN ULP Sintang.

Pertama, mahasiswa meminta manajemen PLN segera membuat dan mempublikasikan video pernyataan maaf secara resmi kepada masyarakat. Video tersebut juga diminta memuat penjelasan secara transparan mengenai penyebab kerusakan infrastruktur kelistrikan serta memberikan kepastian waktu penyelesaian perbaikan secara menyeluruh.

IMM juga meminta video tersebut dipublikasikan melalui seluruh kanal media sosial resmi PLN agar dapat diakses masyarakat luas.

Tuntutan kedua, IMM meminta PLN membuka kembali kolom komentar pada seluruh akun media sosial resminya, termasuk Instagram dan Facebook.

Menurut mereka, penutupan kolom komentar dinilai membatasi ruang masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik.

“Kami berharap seluruh tuntutan ini dapat segera ditindaklanjuti sebagai bentuk tanggung jawab PLN kepada masyarakat Kabupaten Sintang,” kata Syahroni.

Menanggapi tuntutan tersebut, Manajer PLN ULP Sintang, Alex Halmar, mengatakan seluruh aspirasi mahasiswa akan diteruskan kepada manajemen PLN di tingkat yang lebih tinggi.

“Apa yang menjadi tuntutan teman-teman mahasiswa akan kami sampaikan kepada pimpinan. Pada dasarnya informasi mengenai kondisi yang terjadi juga sudah kami sampaikan melalui pemberitaan yang ada,” ujarnya.

Alex berharap proses pemulihan sistem kelistrikan dapat berjalan lancar sehingga pasokan listrik kembali normal.

“Kita berdoa bersama semoga mulai tanggal 11 Juli kondisi sudah aman. Di ULP sendiri kami juga menghadapi tantangan karena di tengah upaya pemeliharaan sistem masih banyak gangguan yang harus kami tangani. Yang jelas kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Pertemuan antara mahasiswa dan pihak PLN berlangsung dalam suasana tertib. Setelah menyampaikan tuntutan dan berdialog dengan manajemen PLN, massa kemudian membubarkan diri dengan pengawalan aparat kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *