Menitterkini.com, SINTANG-
Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional 2026, Cipayung Plus Kabupaten Sintang menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi publik film “Pesta Babi” pada Jumat, 1 Mei 2026, di Semesta Coffee & Eatery, Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang. Kegiatan tersebut mengusung tema “Era Kolonialisme Belum Selesai”.
Kegiatan yang diinisiasi oleh organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Sintang, yakni PMKRI, PMII, IMM, GMNI, HMI, dan GMKI, menjadi ruang refleksi bersama dalam membedah kritik sosial yang terkandung dalam film, sekaligus mengaitkannya dengan kondisi sosial, politik, dan demokrasi saat ini, khususnya di Kabupaten Sintang.
Ketua DPC GMNI Kabupaten Sintang, Antonius Arbianus, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk konsolidasi gerakan mahasiswa sekaligus penguatan ruang dialektika antarorganisasi.
Menurutnya, Cipayung Plus Sintang berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kesadaran kritis generasi muda terhadap berbagai persoalan bangsa, memperkuat solidaritas dan kolaborasi lintas organisasi dalam merespons isu-isu kerakyatan, serta mendorong lahirnya gagasan dan sikap bersama dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, keadilan sosial, dan kepentingan rakyat.
“Cipayung Plus Sintang telah melaksanakan kegiatan nonton bareng film “Pesta Babi” yang dilanjutkan dengan diskusi publik. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama untuk membedah pesan kritik sosial yang terkandung dalam film, serta mengaitkannya dengan realitas sosial, politik, dan kondisi demokrasi saat ini, khususnya di daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, Cipayung Plus Sintang akan merumuskan poin-poin refleksi menjadi rekomendasi atau pernyataan sikap bersama, mengagendakan diskusi lanjutan dan forum kajian tematik secara berkala, serta memperkuat konsolidasi aksi dan advokasi terhadap isu-isu strategis di Kabupaten Sintang.
Kegiatan tersebut juga disebut sebagai bagian dari komitmen Cipayung Plus Sintang dalam merawat tradisi intelektual, menjaga marwah gerakan mahasiswa, dan tetap berdiri bersama rakyat.












