Menitterkini.com,SINTANG-
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-17, Museum Kapuas Raya menggelar Pameran Temporer Kain Tating di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Jumat (10/10/2025). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny.
Pameran yang digelar hingga 14 Oktober 2025 ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melestarikan serta mempromosikan warisan budaya lokal, khususnya kain tradisional Tating.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Yustinus J., mengatakan bahwa kegiatan ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2015 tentang Museum. Selain itu, kegiatan juga didukung oleh Bantuan Operasional Penyelenggaraan Museum dan Taman Budaya (BOP MTB) Tahun 2025.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menjadikan museum sebagai ruang hidup dan edukatif bagi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat luas. Kini museum sudah ramai dikunjungi setiap hari, bukan lagi tempat yang sepi atau terkesan angker,” ujar Yustinus dalam laporannya.
Ia menambahkan, tahun ini Kabupaten Sintang mengusulkan empat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) untuk mendapatkan pengakuan secara nasional. Sebelumnya, tujuh WBTb dari Sintang telah diakui pada tahun lalu.
Edukasi dan Ekspresi Budaya
Rangkaian kegiatan HUT Museum Kapuas Raya dimulai sejak 6 Oktober dengan penyelenggaraan Workshop Kain Tating. Selanjutnya, diadakan Lomba Fashion Kain Tating pada 11 Oktober, Lomba Musik Kreasi Tradisional pada 12 Oktober, dan Lomba Bercerita Koleksi Museum Kapuas Raya pada 13 Oktober. Puncaknya adalah Pameran Temporer Kain Tating yang berlangsung dari 10–14 Oktober 2025.
Menurut Yustinus, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya lokal di kalangan generasi muda serta membuka ruang ekspresi kreatif bagi masyarakat.
Museum sebagai Pusat Budaya
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny mengapresiasi penyelenggaraan pameran dan kegiatan seni budaya lainnya. Ia menekankan bahwa museum tidak lagi semata tempat menyimpan benda kuno, tetapi menjadi ruang pembelajaran yang hidup bagi masyarakat.
“Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda lama, tetapi ruang hidup yang menjadi saksi perjalanan peradaban, tempat belajar bagi generasi muda, serta sumber kebanggaan masyarakat,” ujar Ronny.
Ia berharap momentum ulang tahun museum dapat memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam merawat dan mengembangkan museum sebagai rumah pengetahuan dan pusat kebudayaan.
“Museum Kapuas Raya harus terus maju, semakin dikenal, dan memberi manfaat tidak hanya bagi masyarakat Sintang, tetapi juga bagi Indonesia secara umum,” kata Ronny.












