Tutup Perkemahan Pramuka Sintang, Peserta Diajak Jadi Generasi Tangguh dan Tebar Kebaikan

Menitterkini.com, SINTANG –

Rangkaian perkemahan dalam rangka Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Sintang resmi ditutup, Kamis (14/8/2026). Selama tiga hari dua malam, peserta Penggalang, Penegak dan Pandega mengikuti berbagai kegiatan di Bumi Perkemahan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sintang.

Dalam pesan penutupan, peserta diajak menjadikan setiap tantangan selama perkemahan sebagai proses menempa diri menjadi generasi yang tangguh.

“Parang yang tajam, kapak yang kuat, kualitasnya akan bagus apabila ditempa dan dibakar. Kita juga demikian. Kalau membiasakan diri melakukan sesuatu yang keras dan berani, insya Allah akan menjadi anak-anak dan pemuda-pemudi yang tangguh,” pesan Wakil Ketua Bidang Bina Wasa Kwarcab Gerakan Pramuka Sintang sekaligus Ketua Panitia, Sih Sarwodadi Teguh.

Menurutnya, kondisi panas selama kegiatan juga merupakan bagian dari proses pembelajaran. Peserta diharapkan tidak mudah mengeluh dan mampu menghadapi berbagai tantangan.

Ia juga mengapresiasi seluruh peserta Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega yang telah mengikuti rangkaian kegiatan. Khusus peserta perkemahan, pengalaman tinggal bersama teman dan saudara dalam satu tenda dinilai menjadi proses pendidikan untuk melatih kemandirian, kreativitas, gotong royong dan kerja sama.

“Ini merupakan proses pendidikan dan pelajaran kemandirian dan kreativitas di antara kalian. Dari situ kalian bisa terbentuk menjadi anak-anak yang suka bergotong royong, suka bekerja sama dan meningkatkan prestasi diri,” katanya.

Namun, ia menegaskan bahwa pembentukan karakter anggota Pramuka tidak hanya terjadi selama perkemahan. Karakter justru dibentuk secara berkelanjutan di pangkalan masing-masing.

Karena itu, peserta diminta terus menerapkan nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari, di mana pun mereka berada.

Pesan lainnya, peserta diminta menjadi pribadi yang membawa kebaikan dan tidak merugikan orang lain. Ia mengibaratkan anggota Pramuka seperti kupu-kupu yang kehadirannya menyenangkan dan tidak merusak lingkungan.

“Kita menjadi kupu-kupu, bukan menjadi ulat. Kupu-kupu nyaman dipandang dan ketika hinggap tidak merusak daun. Ini jiwa Pramuka,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, peserta juga diajak tidak membawa pulang cerita-cerita buruk selama mengikuti kegiatan. Jika terdapat kekurangan maupun kesalahan antarpeserta, pembina maupun panitia, semuanya diminta saling memaafkan dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi.

“Karena kita adalah keluarga besar Gerakan Pramuka Kabupaten Sintang. Yang baik kabarkan, yang kurang baik ditanam dan dijadikan pelajaran agar tidak diulang kembali,” pesannya.

Ia juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Menurutnya, seluruh peserta yang mampu mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai sudah merupakan pemenang.

“Apapun nanti, kalau ada juara, kalian semuanya adalah juara. Kalian semuanya orang-orang hebat. Kalau ada yang juara satu, dua, tiga itu bonus. Yang paling penting kalian sudah mendapatkan pengalaman berharga,” ujarnya.

Seluruh peserta juga direncanakan mendapatkan piagam sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam kegiatan tersebut, selain penghargaan bagi peserta yang berhasil meraih juara dalam berbagai perlombaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *