Kualitas Udara di Sintang Memburuk, PM2.5 Capai 154,9 µg/m³

Menitterkini.com, SINTANG-

Kualitas udara di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, sempat berada pada kategori sangat tidak sehat berdasarkan hasil pemantauan Stasiun Meteorologi Tebelian pada Senin (10/8/2026).

Pemantauan kualitas udara dilakukan terhadap konsentrasi partikulat halus PM2.5 selama 24 jam, mulai pukul 00.00 hingga 23.00 WIB.

Berdasarkan data BMKG, konsentrasi PM2.5 tertinggi tercatat pada pukul 03.00 WIB, yakni mencapai 154,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka tersebut masuk dalam kategori sangat tidak sehat.

Kondisi kualitas udara kemudian berangsur membaik pada pagi hingga siang hari. Pada pukul 06.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat 51,7 µg/m³, kemudian meningkat menjadi 72,8 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB.

Pada pukul 09.00 WIB, konsentrasi PM2.5 turun menjadi 39,9 µg/m³ dan berada dalam kategori sedang.

Konsentrasi terendah tercatat sekitar pukul 16.00 WIB, yakni 22,4 µg/m³, sebelum kembali meningkat pada malam hari.

Pada pukul 19.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat 52,1 µg/m³, kemudian 46 µg/m³ pada pukul 20.00 WIB. Pengukuran kembali menunjukkan angka 46,6 µg/m³ pada pukul 22.00 WIB dan 51 µg/m³ pada pukul 23.00 WIB.

Dalam keterangan BMKG, kualitas udara yang dianalisis berdasarkan pemantauan alat kualitas udara PM2.5 pada 10 Agustus 2026 pukul 00.00-23.00 WIB berada pada rentang kategori sedang hingga sangat tidak sehat.

Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi partikulat PM2.5 yang cukup signifikan, terutama pada dini hari.

Kondisi kualitas udara perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama kelompok rentan, ketika konsentrasi partikulat mengalami peningkatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *