TPS 3R Kelurahan Akcaya Sintang Hadirkan Inovasi “Roket Stok”

Menitterkini.com, SINTANG –
Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Kelurahan Akcaya, Kabupaten Sintang, terus berbenah dengan menghadirkan berbagai inovasi pengelolaan sampah. Salah satu terobosannya adalah penggunaan mesin “Roket Stok”, yang diklaim mampu memusnahkan sampah yang tidak lagi memiliki nilai ekonomis sekaligus menghasilkan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.

Lurah Akcaya Vercelly Vianney menjelaskan, kepengurusan yang baru mulai melakukan berbagai pembenahan dalam sekitar tiga bulan terakhir.

Salah satu inovasi unggulannya adalah penggunaan mesin “Roket Stok” sebagai solusi mengurangi sampah yang selama ini berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Roket Stok ini merupakan alat untuk memusnahkan sampah yang sudah tidak bisa diolah maupun tidak memiliki nilai ekonomis. Harapannya, ke depan sampah yang dibuang ke TPA semakin berkurang. Hasil pembakarannya juga bisa dimanfaatkan menjadi pupuk,” ujarnya pada Menitterkini.com, Jumat (18/7/2026).

Selain fokus pada pengolahan sampah, TPS 3R juga membuka peluang kerja bagi masyarakat. Lapangan pekerjaan tersedia untuk operator kendaraan, seperti truk, pick-up, dan Tosa, serta tenaga pemilah sampah.

Sistem pembayaran bagi tenaga pemilah dilakukan berdasarkan berat sampah yang berhasil dipilah sesuai tarif yang telah disepakati.

Pengelola juga mengajak masyarakat mulai memilah sampah dari rumah menjadi sampah basah dan sampah kering agar proses pengolahan lebih efektif dan efisien.

“Kami berharap sampah sudah dipilah dari rumah sehingga tidak terkontaminasi. Dengan begitu proses pemilahan di TPS menjadi lebih mudah,” katanya.

TPS 3R Kelurahan Akcaya juga membuka layanan pembuangan sampah selama 24 jam. Warga dipersilakan membuang sampah ke tempat yang telah disediakan tanpa dipungut biaya.

Tak hanya itu, TPS 3R juga mengoperasikan bank sampah. Warga dapat menjual sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti botol plastik, kardus, kaleng, hingga kaleng bekas oli dengan harga yang telah ditentukan dan pembayaran dilakukan langsung di tempat setelah ditimbang.

Dalam pengembangannya, TPS 3R bersinergi dengan Pemerintah Kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup, hingga berupaya menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi dan pusat.

Pengelola berharap program Refuse Derived Fuel (RDF) dapat segera diterapkan di Kalimantan Barat untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih modern.

Meski saat ini sebagian besar sampah yang telah dipilah masih dikirim ke Pontianak untuk diproses lebih lanjut, TPS 3R memiliki rencana jangka panjang memproduksi berbagai barang bernilai guna, seperti meja dan kursi berbahan daur ulang.

Sementara itu, residu hasil pembakaran dari mesin Roket Stok dimanfaatkan sebagai pupuk untuk penghijauan di lingkungan TPS 3R.

Ke depan, kawasan tersebut juga akan dikembangkan sebagai lokasi budidaya maggot dan ikan lele. Dalam waktu dekat, TPS 3R akan menebar sebanyak 1.500 ekor benih lele yang merupakan bantuan dari sebuah organisasi non-pemerintah (NGO).

“Kami ingin TPS 3R ini terus berkembang. Harapannya ada dukungan dari semua pihak, termasuk jika ada yang ingin menyumbangkan bibit tanaman untuk penghijauan di kawasan TPS 3R,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *