Menitterkini.com, SINTANG –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Sintang. Sedikitnya dua titik kebakaran di Kecamatan Binjai Hulu dan Sintang menghanguskan sekitar 15,5 hektare lahan mineral.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sintang, Warsono mengatakan titik pertama berada di Desa Simba Raya Kecamatan Binjai Hulu dengan luas lahan terbakar sekitar 2,5 hektare.
Menurutnya, lahan yang terbakar merupakan lahan mineral yang dalam kondisi kering sehingga api sangat cepat merambat.

“Kalau lahan mineral ini cepat merambat karena semuanya sudah kering. Berbeda dengan lahan gambut, apinya memang lebih lambat menyebar, tetapi proses padamnya lebih lama,” ujarnya.
Informasi kebakaran diterima sekitar pukul 12.30 WIB. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan KPH Sintang Utara langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Proses pemadaman berlangsung sekitar empat jam, mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB. Namun, petugas menghadapi kendala utama berupa minimnya sumber air.
“Air sangat sulit. Sebentar disedot, sekitar 15 menit sudah habis, kemudian harus mencari lagi sebelum bisa melanjutkan pemadaman,” katanya.
Selain di Simba Raya, kebakaran juga terjadi di Desa Mail Jampung kecamatan Sintang, pada hari yang sama. Berdasarkan laporan dari kepala desa setempat, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 13 hektare, juga merupakan lahan mineral.
Dalam penanganannya, tim gabungan dibantu mobil tangki air milik Manggala Agni serta melibatkan personel Damkar, TNI, Polri, dan masyarakat.
Warsono mengungkapkan, dugaan sementara penyebab kebakaran di Simbah Raya berasal dari puntung rokok yang dibuang oleh pekerja penebang kayu cerucuk di lokasi.
“Karena kondisi lahan sudah sangat kering setelah beberapa hari tidak turun hujan, api dengan mudah membakar vegetasi di sekitarnya,” jelasnya.
BPBD pun mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan seiring mulai memasuki musim kemarau. Imbauan tersebut telah disampaikan kepada kecamatan-kecamatan dan akan terus disosialisasikan melalui berbagai media agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Warsono menambahkan, Bupati Sintang juga telah meminta seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla selama musim kemarau.
Meski kebakaran melanda dua lokasi, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena titik api berada jauh dari kawasan permukiman warga.
Untuk menghadapi potensi karhutla berikutnya, BPBD Kabupaten Sintang memastikan seluruh personel beserta peralatan, mesin pompa, hingga ketersediaan bahan bakar dalam kondisi siap siaga.
“Kami selalu siap turun ke lapangan kapan saja. Personel, peralatan, mesin, dan BBM sudah kami siapkan karena kami memahami saat ini sudah memasuki musim kemarau,” tegas Warsono.












