Menitterkini.com, SINTANG –
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, mengapresiasi kekompakan dan solidaritas keluarga besar Pusat Paguyuban Warga Jawa (Puspawaja) Kabupaten Sintang.
Menurut Bala, Puspawaja merupakan salah satu contoh paguyuban yang mampu menjaga kebersamaan di tengah keberagaman latar belakang masyarakat. Pasalnya, keanggotaan Puspawaja tidak hanya terdiri dari warga suku Jawa, tetapi juga merangkul masyarakat Madura dan Sunda yang berasal dari berbagai daerah, mulai Jawa Timur hingga Jawa Barat.
Bagi Bala, kebersamaan tersebut menjadi kekuatan tersendiri bagi warga perantauan yang tinggal di Kabupaten Sintang.
“Saya sebagai Bupati Sintang sangat mengapresiasi kekompakan Puspawaja, di mana dalam keanggotaannya bukan hanya warga Jawa saja yang dirangkul, tetapi ada Madura dan Sunda, mulai dari Jawa Timur hingga Jawa Barat yang tinggal di Kabupaten Sintang,” ucap Bala.pada Menitterkini.com, Minggu,(1/11/2026).
Ia menilai, kuatnya rasa persaudaraan dan semangat gotong royong yang dibangun dalam organisasi tersebut membuat setiap anggota memiliki kepedulian satu sama lain.
Dengan kebersamaan itu, ia meyakini warga yang tergabung dalam Puspawaja tidak akan mudah merasa kesulitan ketika menghadapi persoalan, sebab selalu ada anggota lain yang siap memberikan bantuan.
“Saya pikir warga Jawa yang ada di Sintang tidak takut akan kesulitan, karena mereka saling membantu. Gotong royongnya luar biasa,” kata Bala.
Ia juga menilai, perbedaan asal daerah maupun latar belakang bukan menjadi penghalang bagi masyarakat untuk membangun persatuan. Justru, keberagaman yang ada di tubuh Puspawaja menjadi modal penting dalam memperkuat hubungan sosial dan kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Sintang.
Bala menambahkan, kontribusi warga keturunan Jawa dalam pembangunan Kabupaten Sintang juga sudah terlihat di berbagai bidang.
Bahkan, sejumlah warga keturunan Jawa pernah dan sedang menduduki berbagai posisi strategis, baik di pemerintahan maupun di tengah masyarakat.
Ia mencontohkan, Kabupaten Sintang pernah dipimpin oleh Jarot Winarno yang menjabat sebagai Bupati Sintang selama dua periode. Sebelum menjadi bupati, Jarot juga pernah menjabat sebagai wakil bupati.
Selain itu, warga keturunan Jawa juga banyak berkiprah sebagai anggota DPRD, kepala sekolah, camat, lurah, guru, serta berbagai profesi lainnya.
Hal tersebut menunjukkan bahwa warga dari berbagai latar belakang etnis memiliki kesempatan dan peran yang sama dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Sintang.
Menurutnya, keberadaan Puspawaja tidak sekadar menjadi wadah berkumpulnya warga berdasarkan kesamaan asal daerah, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta menumbuhkan kepedulian sosial.
Bala berharap semangat kekompakan dan gotong royong yang selama ini terbangun dalam keluarga besar Puspawaja dapat terus dipertahankan.
Ia juga berharap seluruh masyarakat, tanpa memandang suku, agama maupun asal daerah, terus menjaga keharmonisan dan bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Sintang.
Sebab, keberagaman merupakan kekuatan yang harus dijaga untuk mewujudkan Sintang yang aman, rukun, dan semakin maju.












