Pemilos Serentak Jadi Bekal Pelajar Hadapi Pemilu 2029

Menitterkini.com, SINTANG –

Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sintang memberikan pendidikan demokrasi sejak dini kepada pelajar melalui Bimbingan Teknis Penyelenggara Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) Serentak Tahun 2026.

Bimtek digelar di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (8/10/2026), sebagai persiapan pelaksanaan Pemilos serentak yang akan digelar pada 14 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut diikuti 302 peserta dari 13 SMA sederajat di Kabupaten Sintang. Peserta terdiri atas Panitia Pemilihan OSIS, Pengawas TPS, PAM TPS, KPPS dan guru pendamping.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sintang, Abdul Syufriadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pendidikan politik bagi pelajar untuk memberikan pemahaman mengenai proses demokrasi sejak usia sekolah.

“Melalui pemilihan OSIS, peserta didik diberikan pengalaman secara langsung dalam melaksanakan proses pemilihan yang jujur, adil, demokratis, transparan dan bertanggung jawab,” kata Abdul Syufriadi.

Menurutnya, Pemilos serentak diharapkan menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami pentingnya hak dan kewajiban dalam berdemokrasi, menghargai perbedaan pilihan serta membangun sikap kepemimpinan dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Ia menjelaskan, Bimtek tersebut juga memberikan pembekalan kepada sekolah dan siswa mengenai tata cara penyelenggaraan pemilihan OSIS yang demokratis.

“Bimbingan teknis pemilihan OSIS serentak dimaksudkan sebagai sarana memberikan pembekalan kepada sekolah dan siswa mengenai tata cara penyelenggaraan pemilihan OSIS yang berdemokrasi. Kegiatan ini untuk kali pertama di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Abdul mengatakan momentum tersebut dinilai tepat karena para peserta yang mengikuti kegiatan saat ini nantinya akan menjadi bagian dari pemilih pemula pada Pemilu 2029.

“Momentum ini sangat tepat karena memang di tahun 2029 nanti kita akan menyelenggarakan pemilu,” katanya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut pemerintah ingin meningkatkan pemahaman siswa tentang proses demokrasi dan pemilihan yang jujur, adil serta transparan.

Selain itu, Pemilos diharapkan mampu menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab dan sportivitas dalam berorganisasi, memberikan pengalaman memilih pemimpin secara demokratis, mendorong partisipasi aktif siswa dalam kegiatan sekolah serta mendukung pembentukan karakter generasi muda yang aktif, kreatif dan berwawasan.

“Pesertanya ada 302 orang yang berasal dari 13 SMA/MA. Mereka ini pada 2029 nanti sudah menjadi pemilih pemula,” jelasnya.

Bekal Hadapi Pemilu 2029

Ketua KPU Kabupaten Sintang, Edi Susanto, mengatakan Pemilos menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dan KPU memberikan pendidikan demokrasi sejak dini kepada pelajar.

Menurutnya, pengalaman yang diperoleh siswa melalui Pemilos dapat menjadi bekal ketika mereka nantinya mengikuti pemilu sebagai pemilih maupun terlibat sebagai penyelenggara.

“Ini sebagai usaha dari pemerintah daerah juga KPU untuk memberikan pendidikan demokrasi sejak dini. Ini berguna untuk mereka sebagai bekal di masa yang akan datang,” kata Edi.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Pemilos mengadopsi tahapan yang hampir serupa dengan pemilu sebenarnya. Mulai dari proses pencalonan, pemilihan hingga keterlibatan siswa sebagai penyelenggara.

“Pelaksanaan Pemilos ini mengadopsi, mirip sekali dengan tahapan pemilu. Ini sebagai bekal pengetahuan mereka bahwa pentingnya demokrasi, pentingnya penyelenggara, penyelenggara yang berintegritas,” ujarnya.

Edi berharap para pelajar dapat mengikuti Bimtek dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar mengenai proses demokrasi sekaligus membangun integritas sejak dini.

“Kami berharap kepada adik-adik SMA yang ikut kegiatan ini dapat memaksimalkan waktu dan fokus untuk mengikuti kegiatan ini dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya, belajar untuk berintegritas,” pesannya.

Menurut Edi, pelaksanaan Pemilos tahun ini juga menjadi momentum penting karena tahapan Pemilu 2029 akan mulai berjalan pada tahun berikutnya.

“Untuk Pemilos ini hanya 13 sekolah di tingkat SMA sederajat di Kabupaten Sintang. Tahun depan karena sudah memasuki tahapan, kemungkinan agak sulit membagi waktu lagi,” jelasnya.

Bupati: Jujur dengan Diri Sendiri

Sementara itu, Bupati Sintang Gregorius Heriulanus Bala saat membuka kegiatan menekankan pentingnya kejujuran dan integritas bagi generasi muda.

Ia mengingatkan, nilai-nilai tersebut harus ditanamkan sejak dini, terutama bagi pelajar yang kelak akan menjadi pemilih maupun berkesempatan terlibat langsung dalam penyelenggaraan pemilu.

“Jujur dengan diri sendiri itu hal yang paling utama,” pesan Bupati.

Bupati juga mendorong para pelajar untuk memahami demokrasi tidak hanya sebagai proses memilih pemimpin, tetapi juga sebagai proses belajar bertanggung jawab, menghargai pilihan orang lain dan menjaga integritas.

Adapun 13 sekolah yang mengikuti Pemilos Serentak 2026 yakni SMA Negeri 1 Kelam Permai, SMA Negeri 1 Sungai Tebelian, SMA Negeri 1 Binjai Hulu, SMA Pancasetia Sintang, MAN 1 Sintang, SMA Negeri 1 Sintang, SMA Negeri 2 Sintang, SMA Negeri 3 Sintang, SMA Negeri 4 Sintang, SMA Muhammadiyah Sintang, SMA Negeri 1 Dedai, SMA Negeri 1 Sepauk, dan SMA Negeri 2 Kayan Hilir.

Exit mobile version