Menitterkini.com, SINTANG-
Perayaan dua tahun berdirinya Lingkungan Santa Faustina Paroki Maria Ratu Semesta Alam (MRSA) Sungai Durian Sintang diisi dengan pesan tentang pentingnya belas kasih dan kepedulian kepada sesama.
Pesan tersebut disampaikan Pastor Kepala Paroki MRSA Sintang, RD. Antonius Isnadi Wibowo, saat memimpin Misa Syukuran HUT ke-2 Lingkungan Santa Faustina di rumah Pak Herimaturida, Senin (5/10/2026).
Lingkungan Santa Faustina genap berusia dua tahun pada 5 Oktober 2026.
Dalam homilinya, RD. Antonius mengangkat kisah orang Samaria yang baik hati dalam bacaan Injil. Kisah tersebut menggambarkan seorang yang terluka dan hampir meninggal setelah dirampok, tetapi justru ditolong oleh orang Samaria.
Sementara itu, seorang imam dan orang Lewi yang terlebih dahulu melihat korban justru melewatinya tanpa memberikan pertolongan.
Menurutnya, kisah tersebut mengajarkan bahwa kepedulian kepada sesama tidak boleh dibatasi oleh kelompok, suku, agama maupun kedekatan hubungan.
“Kalau ada orang membutuhkan pertolongan, ya kita tolong. Kalau ada orang sedang mengalami kesulitan, kita hadir. Kita tidak perlu terlebih dahulu menghitung apakah dia orang kita atau bukan,” ujarnya.
Ia mengingatkan umat agar tidak hanya peduli kepada orang-orang yang berada dalam lingkungan atau kelompok sendiri.
Sebaliknya, umat diajak memiliki hati yang terbuka terhadap siapa pun yang membutuhkan bantuan.
Pesan tersebut dinilai relevan dengan semangat Lingkungan Santa Faustina yang menjadikan belas kasih sebagai salah satu nilai penting dalam kehidupan menggereja.
RD. Antonius juga mengajak umat untuk tidak merasa paling benar, paling hebat maupun paling tahu.
Menurutnya, umat perlu belajar rendah hati, mengakui kebaikan orang lain dan terus berusaha melakukan kebaikan kepada sesama.
Dalam perayaan HUT ke-2 tersebut, umat Lingkungan Santa Faustina juga diajak meneladani semangat Santa Faustina yang dikenal dengan pesan tentang kerahiman dan belas kasih.
Umat diingatkan untuk peduli kepada orang miskin, mereka yang menderita, orang sakit serta siapa pun yang membutuhkan pertolongan dan doa.
“Jangan sampai kita hanya berkumpul sebagai sebuah lingkungan, tetapi kurang peduli terhadap sesama. Masih banyak orang di sekitar kita yang membutuhkan perhatian dan pertolongan,” pesannya.
Ia berharap perayaan ulang tahun lingkungan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi umat untuk semakin memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian kepada sesama.
Melalui perayaan Ekaristi tersebut, umat juga diajak memohon rahmat Tuhan dan perantaraan Santa Faustina agar senantiasa menjadi pendoa serta membawa kasih dan belas kasih di tengah masyarakat.
“Semoga kita mampu menjadi seperti orang Samaria yang baik hati, yang tidak hanya melihat penderitaan sesama, tetapi tergerak untuk hadir, membantu dan menunjukkan kasih,” ujarnya.












