Dua Kali Ditunda, PKL Desak Sintang Expo 2026 Segera Dibuka

Menitterkini.com, SINTANG-

Pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendesak Pemerintah Kabupaten Sintang segera memberikan kepastian pelaksanaan Sintang Expo 2026 yang direncanakan berlangsung di kawasan Stadion Baning Sintang.

Desakan tersebut disampaikan perwakilan PKL dan UMKM, Haji Rian, setelah sejumlah pedagang menunggu cukup lama akibat pelaksanaan kegiatan yang telah dua kali ditunda karena kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Haji Rian mengatakan, sejumlah wahana permainan di lokasi expo bahkan telah mulai dibangun sejak 20 Agustus 2026. Sementara para PKL dan UMKM telah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk berjualan selama kegiatan berlangsung.

“Sudah terlalu lama. Kita sudah buka seperti wahana permainan sejak tanggal 20 Agustus, seperti yang disampaikan Pak Wakil tadi. Harapannya untuk PKL bisa dibuka secepat mungkin,” ujar Haji Rian.pada Selasa,(8/9/2026).

Ia menyebut, pelaksanaan expo sebelumnya dijadwalkan mulai 3 September, kemudian kembali ditunda hingga 7 September 2026.

“Kita dari tanggal 3, kemudian tanggal 7 selalu dipending. Mudah-mudahan Bapak Bupati berkenan memberikan kesempatan kepada UMKM untuk buka di Sintang Expo ini,” katanya.

Meski kondisi udara masih terdampak asap, Haji Rian mengatakan para pedagang mengaku siap menghadapi risiko selama expo berlangsung.

“Ramai maupun sepinya kita sudah siap dan kita sudah menerima risikonya,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi paparan asap, para PKL dan UMKM juga telah diimbau menyediakan masker di setiap stan. Imbauan penggunaan masker juga dipasang di sejumlah titik kawasan expo.

“Setiap stand menyediakan masker, minimal satu kotak. Di setiap sudut juga sudah kita tulis untuk memakai masker,” kata Haji Rian.

Pemkab Masih Bahas Kepastian Expo

Sementara itu, Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny mengatakan pemerintah daerah masih melakukan pembahasan terkait aspirasi para PKL dan UMKM mengenai pelaksanaan Sintang Expo 2026.

Hal tersebut disampaikannya setelah meninjau langsung stan dan sejumlah wahana yang telah terpasang di lingkungan Stadion Baning Sintang.

Ronny mengatakan, sebelum melakukan peninjauan, dirinya bersama Wakil Ketua DPRD Sintang, Kepala Dinas Kesehatan, asisten, jajaran bidang pembangunan serta pihak swasta telah melakukan audiensi dan diskusi.

“Diskusi ini dari tadi siang. Beliau-beliau ini audiensi ke rumah jabatan, kemudian sore hari ini kita langsung meninjau lokasi,” kata Ronny.

Dari hasil peninjauan, kata Ronny, sejumlah wahana permainan seperti rumah hantu dan tempat permainan lainnya telah dibangun sejak 20 Agustus 2026.

Menurut dia, pemerintah daerah sebelumnya telah dua kali menunda pelaksanaan Sintang Expo dengan mempertimbangkan kondisi karhutla dan kabut asap yang terjadi di Kabupaten Sintang.

Namun, aspirasi yang disampaikan para pelaku UMKM dan PKL saat ini akan menjadi bahan pembahasan pemerintah daerah untuk kemudian dilaporkan kepada Bupati Sintang.

“Ini akan menjadi bahan diskusi kita untuk nanti kita laporkan kepada Bupati. Dalam minggu depan akan ada jawaban atau keputusan terkait apa yang menjadi aspirasi teman-teman,” ujarnya.

Ronny menegaskan, hingga peninjauan dilakukan belum ada keputusan final mengenai tanggal pembukaan Sintang Expo 2026.

“Belum ada keputusan. Kami usahakan secepatnya. Besok kami akan kembali melakukan diskusi,” kata Florensius Ronny.

Ia mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan keputusan, terutama kondisi karhutla dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Dengan demikian, para PKL dan UMKM masih harus menunggu keputusan pemerintah daerah terkait kepastian pembukaan Sintang Expo 2026.

Exit mobile version