Menitterkini.com, SINTANG-
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, mengingatkan peserta aksi yang akan menggelar demonstrasi di Pengadilan Negeri Sintang, Senin (30/3/2026), agar tetap menjaga ketertiban dan tidak bertindak anarkis.

Penegasan itu disampaikan Bala saat mengumpulkan organisasi kemasyarakatan di Pendopo Bupati Sintang, Minggu (29/3/2026).
“Penyampaian aspirasi itu hak setiap warga. Tapi harus dilakukan dengan damai dan tertib. Jangan sampai anarkis,” tegas Bala.
Bala mengungkapkan, pemerintah daerah sebelumnya telah berupaya memediasi persoalan antara PT Lingga Jati Al-Manshurin dengan sejumlah kontraktor land clearing di wilayah Kecamatan Serawai.
Upaya mediasi tersebut dilakukan pada Jumat (27/3/2026) dengan mempertemukan kedua belah pihak. Namun, pertemuan itu belum membuahkan kesepakatan.
“Saya sudah panggil kedua belah pihak. Tapi memang belum mencapai kesepakatan,” ujarnya.
Meski demikian, Bala menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap menghargai seluruh proses yang telah berjalan, termasuk perbedaan sikap antar pihak.
“Kita sudah berupaya membantu. Walaupun belum sepakat, itu kita hormati. Karena itu, saya minta masyarakat tetap tenang,” katanya.
Ia juga meminta organisasi masyarakat yang hadir untuk turut menyampaikan pesan damai kepada anggotanya di lapangan.
“Saya berharap aksi besok dilakukan secara elegan dan tetap menjaga keamanan,” pesannya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, menyampaikan bahwa pertemuan dengan ormas dan tokoh masyarakat bertujuan menjaga situasi tetap kondusif menjelang aksi.
“Kita ingin Sintang tetap aman dan damai. Warga yang ingin menyampaikan aspirasi, silakan saja,” ujarnya.
Namun, Kartiyus menegaskan bahwa seluruh pihak harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan, termasuk agenda praperadilan di Pengadilan Negeri Sintang.
“Prinsipnya kita ikuti proses hukum. Besok ada sidang praperadilan. Kita dengarkan keputusan hakim tunggal,” tegasnya.
Ia berharap, apa pun hasil keputusan pengadilan nantinya dapat diterima dengan bijak oleh semua pihak.
“Apapun keputusan hakim, saya harap semua pihak menghargai. Pemerintah akan tetap menjaga dan melindungi agar situasi tetap tertib,” Ulasnya.
Pihak Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sintang Abdul Syufriadi menegaskan bahwa seluruh pihak diminta menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Apapun hasil keputusan pengadilan besok, kita harus menghormatinya. Ketika persoalan sudah masuk ke ranah hukum, kita percaya hakim akan bertindak adil dan bijaksana,” tegas Abdul Kaban Kesbangpol Sintang.
Senada, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, juga mengingatkan agar aksi yang akan dilakukan tetap berlangsung secara damai.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang akan menyampaikan aspirasi, agar tidak bertindak anarkis dan tetap menjaga kondusivitas daerah,” ujarnya.
Kesbangpol juga mengapresiasi peran organisasi masyarakat dan tokoh daerah yang terus mengajak masyarakat menjaga situasi tetap aman serta tidak melakukan tindakan yang dapat merusak ketertiban umum.
Wakil Ketua DPRD Sintang Yohanes Rompak menekankan pentingnya menjaga stabilitas daerah sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintahan yang sah.
“Kita harus mendukung pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati agar pembangunan berjalan baik. Salah satu caranya adalah menjaga keamanan dan kedamaian,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa aksi demonstrasi merupakan hak masyarakat, namun harus dilakukan sesuai aturan.
“Demo itu boleh, tetapi ada batasannya. Jangan sampai berlebihan hingga justru mengurangi kepercayaan terhadap aspirasi yang disampaikan,” tambahnya.
Yohanes turut mengingatkan agar tidak terjadi tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun.
“Tidak boleh ada pemaksaan dan tidak boleh sampai terjadi pertumpahan darah. Ini yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Pasi Intel Kodim 1205/Sintang Kapten Infantri Ardi menyampaikan bahwa pihaknya bersama Polri telah menyiapkan langkah pengamanan secara maksimal. Bahkan, apabila ditemukan potensi gangguan serius, tindakan tegas akan diambil sesuai prosedur.
“Ada informasi kemungkinan upaya menguasai area pengadilan. Ini menjadi perhatian serius. Kami bersama Polri siap melakukan pengamanan, termasuk tindakan tegas jika diperlukan,” ungkap Ardi.
Namun demikian, pendekatan persuasif tetap dikedepankan. Hal ini juga disampaikan oleh KBO Satintelkam Polres Sintang, IPDA Ilman sebagai unsur kepolisian yang telah melakukan koordinasi internal untuk memastikan pengamanan berjalan optimal.
Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Sintang Pether mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mengedepankan pendekatan kekeluargaan.
“Kita semua punya keluarga dan teman. Mari kita saling mengingatkan dan menyelesaikan persoalan dengan duduk bersama,” ujarnya.
Imbauan serupa juga disampaikan Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Sintang Ensawing yang meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi serta menghormati aturan hukum yang berlaku.
“Kami percayakan kepada aparat keamanan dan pemerintah. Jangan sampai kita melakukan tindakan yang memperkeruh keadaan,” tegas Ensawing.
Perwakilan MABM Sintang Syarni juga mengingatkan masyarakat yang tidak memahami persoalan agar tidak ikut-ikutan dalam aksi.
“Kalau tidak tahu persoalan, lebih baik tidak ikut. Mari kita jaga Sintang sebagai rumah besar kita bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Sintang Andreas Calon menilai proses hukum saat ini telah berjalan dan harus dihormati oleh semua pihak.
“Kita sudah melakukan berbagai upaya, termasuk pembinaan dan dialog. Sekarang proses hukum sedang berjalan, mari kita tunggu hasilnya,” katanya.
Ia juga membuka peluang adanya komunikasi lanjutan antar pihak untuk mencari solusi damai.
Di sisi lain, upaya mediasi sebelumnya juga telah dilakukan, namun belum menemukan titik temu. Meski demikian, seluruh pihak sepakat bahwa ruang dialog tetap harus dibuka.
Adapun terkait rencana aksi besok, seluruh pihak menegaskan bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan secara damai, tertib, dan tidak anarkis.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan juga memastikan pengamanan akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari titik kumpul hingga kawasan Pengadilan Negeri Sintang.
Seluruh elemen berharap aksi dapat berjalan kondusif, serta tidak mengganggu stabilitas daerah.
“Kalau kita menjaga keamanan, pembangunan bisa berjalan. Tapi kalau situasi tidak kondusif, semua pihak akan dirugikan,” tutup Yohanes Rumpak.












