Pemkab Sintang Paparkan Pradesain Revitalisasi Tiga Aset Publik Bernilai Rp352 Miliar

Menitterkini.com, SINTANG-
Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Ekspose Laporan Akhir Penyusunan Pradesain Master Plan pemanfaatan Bandara Lama (Eks Susilo), Gedung Serbaguna, dan Pelabuhan Sungai Ringin, di Rumah Jabatan Bupati Sintang, Jumat (5/12/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, para asisten, staf ahli bupati, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, Camat Sintang, serta para lurah.

Dalam paparannya, Bappeda menyebutkan tiga aset daerah yang selama ini belum difungsikan direncanakan akan direvitalisasi menjadi fasilitas publik modern. Kebutuhan anggaran sementara yang dihitung mencapai sekitar Rp45 miliar untuk pembangunan Dermaga Sungai Ringin, Rp50 miliar untuk revitalisasi Gedung Serbaguna, dan Rp257 miliar untuk pengembangan kawasan eks Bandara Susilo.

Kepala Bappeda Kabupaten Sintang, Kurniawan, mengatakan bahwa revitalisasi ditujukan untuk mengoptimalkan aset daerah yang terbengkalai agar kembali produktif dan memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

“Prioritas utama dari tiga lokasi itu adalah Gedung Serbaguna karena posisinya strategis dan struktur bangunannya masih kuat. Kita ingin gedung tersebut menjadi simpul ekonomi, simpul sosial, dan ruang publik yang sehat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, desain pemanfaatan gedung dirancang bersifat multifungsi, mulai dari ruang kegiatan kebudayaan, kreativitas anak muda, ruang terbuka hijau, kafe, hingga arena pertunjukan seni.

“Hitungan awal memang cukup besar, tapi masih bisa dinegosiasi. Intinya aset-aset ini harus punya nilai ekonomi, sosial, dan budaya. Kita optimistis dan akan mencari model pendanaan yang kreatif,” kata Kurniawan menambahkan.

Bappeda menyebutkan bahwa pemerintah daerah akan melanjutkan penyusunan desain detail untuk dibahas pada perubahan APBD mendatang.

Sementara itu, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyambut baik rencana revitalisasi tiga aset daerah tersebut. Ia menilai hasil paparan pradesain memberikan arah strategis dalam penataan kawasan publik di Sintang.

“Yang dipaparkan hari ini luar biasa. Banyak masukan dari OPD, dan kita harus menentukan prioritas yang paling realistis. Kita mulai dari yang paling memungkinkan secara anggaran,” kata Bala.

Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan membuka peluang kolaborasi pendanaan dengan berbagai pihak agar proses revitalisasi dapat dilaksanakan secara bertahap.

“Tugas kita sekarang mencari sumber dana. Kalau melihat kebutuhan Rp50 miliar saja mungkin orang langsung mundur. Tapi kita harus berani bermimpi, lalu menjalankannya,” ujarnya.

Rencana revitalisasi tersebut diharapkan dapat memberikan wajah baru bagi kawasan publik di Sintang serta menghadirkan ruang berkumpul masyarakat yang lebih sehat, aman, dan produktif.

Exit mobile version