Pemkab Sintang Percepat Program Makan Bergizi Gratis, Dukung Pembangunan SDM Daerah Terpencil

Menitterkini.com, SINTANG-

Menindaklanjuti Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Nomor 000.4.6/8784/SJ tanggal 1 November 2025 terkait Perpanjangan Waktu Pendaftaran Investor Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Daerah Terpencil, Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar sosialisasi Program Prioritas Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Bappeda Kabupaten Sintang, Jumat (7/11/2025).

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, menyampaikan pentingnya sinkronisasi pelaksanaan program MBG di Sintang dengan program nasional. Menurutnya, strategi kolaboratif mulai tingkat kabupaten hingga kecamatan sangat krusial untuk keberhasilan program tersebut.

“Kita harus selaraskan pelaksanaan MBG agar sejalan dengan program pusat. Pendekatan bersama hingga tingkat kecamatan penting agar cakupan bisa diperluas,” ujar Kartiyus.

Dijelaskan Kartiyus, saat ini baru sekitar 8.000 siswa dari total kurang lebih 88.000 siswa yang sudah menerima makan bergizi gratis. Untuk memperluas cakupan, Pemkab Sintang sedang aktif mengusulkan dan memfasilitasi kehadiran investor yang bersedia membangun dapur umum, khususnya di wilayah desa 3T (terpencil, terluar, dan tertinggal).

Data dari pemerintah pusat menunjukkan dari 150 titik dapur yang sudah ditetapkan, hanya 54 titik yang sudah memiliki calon investor lokal. Sisanya, sebanyak 96 titik, belum memperoleh investor. “Kalau titik sudah ditentukan pusat tapi tidak kita bangun, anak-anak di sana tidak bisa mendapatkan makan gratis. Ini harus kita kejar bersama,” tegas Kartiyus.

Selain itu, Pemkab Sintang juga mengajukan penambahan 101 titik dapur umum baru untuk tahun ini agar pada 2026 dapur dapat terbangun lebih banyak. Program MBG menargetkan seluruh anak sekolah dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK, pesantren hingga ibu hamil sebagai penerima.

Kartiyus menerangkan dapur khusus 3T memiliki ketentuan jarak dan waktu pengantaran makanan. Jarak pengantaran maksimal 6 kilometer dan waktu antar tidak lebih dari 30 menit untuk menjamin kesegaran dan keamanan makanan bagi penerima.

“Saat ini baru 4 dapur kategori aglomerasi yang sudah beroperasi, melayani lebih dari 5.000 penerima. Sisanya masih tahap persiapan oleh investor. Kami optimistis akhir tahun ini selesai dan awal tahun depan sudah produksi makanan,” paparnya.

Kartiyus juga mengajak para camat mendukung petani lokal agar memanfaatkan peluang suplai bahan pangan dapur MBG. Program ini ia anggap bukan hanya soal pemberian pangan gratis melainkan juga penggerak ekonomi lokal.

“Petani jangan hanya diam. Siapa yang akan suplai sayur, telur, beras, dan daging? Ini peluang besar. Tanam terong, timun, sawi, kacang panjang, daun ubi, pelihara ayam. Semua itu uang dan dapat memacu pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuhnya.

Menurut Kartiyus, dinas pertanian dan camat perlu mendampingi petani serta mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengembangkan usaha peternakan ayam untuk memenuhi kebutuhan telur.

“Jika pasokan bahan pangan tidak siap, kenaikan permintaan akan picu inflasi. Pemkab bertanggung jawab memastikan suplai bahan agar dapur tidak kekurangan,” tegasnya.

Kartiyus optimistis bila program berjalan lancar, selain mendukung tumbuh kembang anak, juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sintang hingga 8 persen sesuai arah kebijakan nasional.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Sintang, Kurniawan, menegaskan keseriusan Bappeda mengawal program MBG agar optimal.

“Ada 88 ribu anak peserta didik yang akan mendapatkan makan bergizi gratis, sangat signifikan untuk pembangunan SDM sesuai misi 3 RPJMD Sintang. Fokus kita pada penyediaan dapur umum di daerah 3T sebanyak 150 titik dan menguatkan koordinasi serta pengusulan investor lokal di desa-desa SPPG,” jelas Kurniawan.

Bappeda juga menjadikan kantor sebagai pusat koordinasi wilayah (korwil) MBG Sintang untuk memudahkan pengendalian dan sinkronisasi kegiatan.

“Bappeda dan seluruh OPD Sintang berkomitmen menyukseskan program MBG demi kemajuan daerah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *