Subendi: Pemkab Sudah Tempuh berbagai Upaya Atasi Lonjakan dan kelangkaan Gas Melon di Sintang

Menitterkini.com, SINTANG-

Harga gas LPG 3 kilogram di pasar Sintang Kota mengalami kenaikan signifikan, tembus hingga Rp40.000 hingga Rp45.000 per tabung. Selain harga yang mahal, pasokan gas di sejumlah pangkalan juga dilaporkan mulai langka, sehingga menimbulkan keluhan dari masyarakat setempat.

Asisten 2 bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sintang sekaligus Plt. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM, Subendi, menyatakan bahwa pemerintah daerah sudah melakukan berbagai upaya untuk menangani kelangkaan dan lonjakan harga tersebut.

“Kami sebenarnya sudah mengajukan permohonan tambahan kuota gas LPG 3 kilogram melalui surat resmi dari Bupati ke Pertamina. Permohonan ini sudah terealisasi dan dilakukan intervensi pasar,” kata Subendi di Sintang, Rabu (5/11/2025).

Menurut Subendi, pemerintah daerah melalui Disperindag serta Polres Sintang secara rutin memantau stok dan harga gas di tingkat pangkalan maupun masyarakat. Harga gas di pangkalan tercatat berkisar antara Rp20.000 hingga Rp30.000 per tabung.

“Sementara harga di tingkat pengecer mengikuti mekanisme pasar, sehingga harganya cukup tinggi,” ujarnya.

Subendi menambahkan, pada bulan September lalu pemerintah sudah mengajukan tambahan kuota LPG 3 kilogram. Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2025, Pemkab Sintang kembali meminta tambahan stok gas melon agar intervensi pasar dapat dilakukan dengan maksimal sehingga harga di tingkat pangkalan dan pengecer bisa lebih stabil.

“Di tingkat pengecer, sekitar 10 persen pasokan dari pangkalan dibagi ke pengecer agar dapat menjangkau masyarakat secara luas. Namun kami mengakui bahwa harga di pengecer masih tergolong tinggi,” jelasnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah telah menerapkan intervensi untuk menjaga stok dan harga di pangkalan yang terus diawasi oleh tim pengawas

“Sedangkan harga yang tinggi di tingkat pengecer terutama disebabkan oleh mekanisme pasar sehingga kami belum bisa mengintervensi secara langsung. Sebenarnya jika harga di pangkalan terjaga murah, maka harga di pengecer juga tidak akan terlalu tinggi,” katanya.

Masyarakat Sintang berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera mengambil langkah efektif untuk menormalkan kembali harga LPG 3 kilogram agar kebutuhan rumah tangga terpenuhi dengan harga yang layak dan stok tersedia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *