Seluruh Desa di Sintang Diminta Anggarkan Dana Ketahanan Pangan Tahun 2026

Menitterkini.com, SINTANG-

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Pemdes) Kabupaten Sintang, Yasser Arafat, menyampaikan bahwa seluruh desa di Sintang diminta untuk berpartisipasi dalam program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah pusat pada tahun 2026.

Menurut Yasser, pemerintah pusat telah mengeluarkan arahan agar setiap desa mengalokasikan anggaran khusus dari dana desa untuk mendukung ketahanan pangan. “Untuk tahun 2026, sudah ada arahan dari pusat bahwa satu desa minimal harus menganggarkan lahan seluas satu hektar untuk ditanami jagung, dan itu wajib dianggarkan di dalam dana desa,” ujarnya saat ditemui, Kamis (23/10/2025).

Ia menjelaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu program prioritas nasional yang wajib mendapat alokasi minimal 20 persen dari total dana desa. “Misalnya, jika satu desa memiliki dana sebesar Rp1 miliar, maka wajib menganggarkan sekitar Rp200 juta untuk kegiatan ketahanan pangan,” jelasnya.

Yasser menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan, biaya untuk membangun satu hektar lahan jagung mulai dari pembukaan lahan, penanaman bibit, hingga panen, diperkirakan mencapai Rp30 juta per hektar. “Kalau satu hektar biayanya Rp30 juta, berarti kalau desa menanam dua hektar, mereka harus menganggarkan sekitar Rp60 juta dari dana ketahanan pangan,” ungkapnya.

Sisa anggaran dari program tersebut, lanjut Yasser, dapat digunakan untuk kegiatan lain yang mendukung ketahanan pangan di desa. “Selain jagung, desa juga bisa mengembangkan program lain seperti budidaya ikan, ternak ayam petelur, dan kegiatan produktif lain yang mendukung ketahanan pangan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, keterlibatan desa dalam program ketahanan pangan menjadi penting untuk menjaga ketersediaan bahan pangan dan memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan. “Intinya, seluruh desa diminta berperan aktif. Tidak ada desa yang dikecualikan, karena ketahanan pangan ini menjadi fokus bersama kita menuju tahun 2026,” tutup Yasser.

Exit mobile version