ISKA Sintang Gelar Kegiatan Sosial di Pinggiran kota, Wujud Kepedulian Sarjana Katolik untuk Masyarakat

Menitterkini.com, SINTANG-

Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (DPC ISKA) Kabupaten Sintang menggelar kegiatan sosial di Balai Desa Ransi Dakan, Kecamatan Sungai Tebelian, Minggu (5/10/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang diinisiasi organisasi paguyuban sarjana Katolik di

wilayah tersebut.

Mengusung semangat solidaritas dan pelayanan, kegiatan yang dilaksanakan mencakup pengobatan gratis, pembagian buku-buku rohani, serta bantuan sarana penunjang lainnya. Tak hanya itu, DPC ISKA Sintang juga memberikan dukungan gizi bagi anak-anak sekolah minggu berupa susu dan telur.

Ketua DPC ISKA Kabupaten Sintang, Yustinus J, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk hadir di tengah masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang membutuhkan sentuhan pelayanan sosial dan rohani.

“ISKA bukan hanya sebuah wadah intelektual Katolik, tetapi juga komunitas yang terpanggil untuk melayani. Kegiatan di Desa Ransi Dakan ini adalah bagian dari program kami untuk menyentuh masyarakat secara langsung,” ujar Yustinus.

 

Sinergi Ilmu dan Iman

DPC ISKA Sintang periode 2021–2025, yang dipimpin oleh Yustinus, memfokuskan arah geraknya pada program-program berbasis keilmuan, sosial, dan spiritual. Melalui kegiatan seperti ini, ISKA ingin menyatukan pemikiran para sarjana Katolik untuk turut ambil bagian dalam pembangunan masyarakat, khususnya di daerah-daerah pedesaan yang kerap luput dari perhatian.

Masyarakat Desa Ransi Dakan menyambut kegiatan ini dengan antusias. Sejak pagi, warga sudah memenuhi balai desa untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan sejumlah tenaga medis yang tergabung dalam ISKA maupun mitra relawan. Anak-anak pun tampak riang menerima bingkisan gizi yang dibagikan secara simbolis oleh pengurus.

Selain aspek kesehatan dan edukasi, kegiatan juga ditutup dengan perayaan misa bersama yang diikuti oleh umat Katolik setempat. Misa dipimpin oleh Pastor Paroki dan menjadi penutup yang menguatkan spiritualitas warga di tengah berbagai tantangan kehidupan pedesaan.

“Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan yang penuh makna. Kami hadir untuk berbagi, namun kami juga pulang dengan hati yang penuh sukacita karena diterima dengan sangat hangat oleh masyarakat,” ungkap Yustinus.

 

Upaya Membangun dari Pinggiran

 

Kabupaten Sintang, yang merupakan salah satu daerah di wilayah timur Kalimantan Barat, masih menghadapi berbagai tantangan dalam hal akses pelayanan kesehatan dan pendidikan. Kondisi geografis yang luas serta keterbatasan infrastruktur membuat sejumlah desa belum sepenuhnya terjangkau layanan dasar secara optimal.

 

Dalam konteks tersebut, ISKA Sintang memandang bahwa peran kaum intelektual, khususnya para sarjana Katolik, menjadi penting dalam membantu menjembatani kesenjangan sosial. Bukan hanya melalui pemikiran dan diskusi, tetapi melalui aksi nyata yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

 

“Desa Ransi Dakan adalah contoh nyata bahwa kebutuhan masyarakat akan pelayanan dasar masih tinggi. Karena itu, kami akan terus berupaya agar kegiatan seperti ini dapat menjangkau lebih banyak desa di waktu yang akan datang,” lanjut Yustinus.

 

Komitmen Jangka Panjang

 

ISKA Sintang berkomitmen untuk tidak menjadikan kegiatan sosial ini sebagai agenda seremonial belaka. Dalam waktu dekat, organisasi ini berencana membangun kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan gereja, pemerintah daerah, serta komunitas lainnya untuk memperluas jangkauan dan keberlanjutan program.

 

Selain kegiatan sosial, DPC ISKA Sintang juga rutin menggelar forum diskusi, pelatihan, serta pembinaan iman bagi kaum muda Katolik dan generasi sarjana baru. Tujuannya adalah membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam spiritualitas dan kepedulian sosial.

“Kami percaya bahwa transformasi masyarakat dimulai dari penguatan nilai dan pendidikan. ISKA ingin menjadi bagian dari gerakan itu, terutama di daerah seperti Sintang yang kaya potensi namun masih membutuhkan perhatian bersama,” pungkasnya.

Exit mobile version