Menitterkini.com, SINTANG-
Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (ORDA) Kabupaten Sintang berkolaborasi dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) serta Pemerintah Kabupaten Sintang dalam menggelar seminar kesehatan remaja.
Kegiatan berlangsung di Aula Balai Praja Kantor Bupati Sintang pada Kamis (11/9/2025) itu mengangkat tema “Remaja Cerdas Menghadapi Pubertas: Penguatan Peran Guru BK dan Bidan dalam Pencegahan Masalah Kesehatan Reproduksi Remaja”.
Seminar dibuka oleh Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kerja sama berbagai pihak untuk menyiapkan generasi muda yang sehat dan siap menyongsong masa depan.
“Harapan kami, seminar seperti ini membawa dampak positif bagi kemajuan remaja di Kabupaten Sintang. Pemerintah daerah sangat konsen menyambut 2045. Kita semua punya tanggung jawab bersama menyiapkan generasi untuk menghadapi Generasi Emas 2045,” ujar Ronny.
Ketua ICMI ORDA Sintang, Kurniawan, menjelaskan bahwa seminar ini merupakan tindak lanjut dari keprihatinan atas meningkatnya masalah kesehatan reproduksi pada remaja.
“Berawal dari diskusi kecil kami denga Kasat Pol PP Sintang, beliau menceritakan bahwa anak remaja berkeliaran. Setelah dilakukan screening ternyata IMS banyak terjadi pada anak-anak remaja kita. Sampai pada kesimpulan harus ada yang peduli,” ungkapnya.
Peserta seminar meliputi guru BK dari berbagai jenjang sekolah, pengelola program PKPR di Puskesmas (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja), petugas PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana), bidan praktik mandiri, serta penyuluh agama.
Ketua IBI Kabupaten Sintang, Yuli Sri Ayu, menambahkan bahwa kolaborasi ini membuka ruang sinergi nyata antara pendidikan dan kesehatan.
“Tujuan seminar ini adalah membangun jejaring dengan guru. Ke depan, kita tidak berjalan sendiri-sendiri. Jika ada permasalahan remaja di sekolah, bisa langsung ditindaklanjuti bersama tenaga kesehatan di Puskesmas,” tegasnya.












