Gedung Tumbuh Kembang IBI Sintang Diresmikan, Dorong Percepatan Penurunan Stunting

Menitterkini.com, SINTANG-

Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Sintang kini memiliki wadah baru. Pemerintah daerah meresmikan Gedung Tumbuh Kembang di Sekretariat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sintang, Rabu (20/8/2025), yang akan difungsikan sebagai pusat pelayanan tumbuh kembang anak.

Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pengurus IBI Sintang. Gedung ini merupakan salah satu dari 10 proyek pembangunan tahun anggaran 2025 yang difokuskan pada peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edi Hermaini, menjelaskan bahwa pembangunan gedung Tumbuh Kembang IBI beserta penataan halamannya dialokasikan sebesar Rp350 juta.

“Pada tahun 2025 ini, melalui Renja kami Dinas Kesehatan, kami telah memprogramkan pembangunan Gedung Tumbuh Kembang IBI Sintang beserta penataan halamannya sebesar Rp350 juta rupiah,” ujarnya.

Edi menambahkan, gedung tersebut akan menjadi aset IBI Sintang untuk memperkuat peran organisasi dalam mendukung program kesehatan daerah.

“Semoga keberadaan Gedung Tumbuh Kembang IBI ini dapat membantu Dinas Kesehatan melakukan intervensi spesifik masalah stunting di Kabupaten Sintang. Rencana kami, gedung ini akan kami hibahkan ke PC IBI sehingga menjadi aset mereka untuk memperkuat peran PC IBI di masa depan,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan bahwa fasilitas baru ini diharapkan berfungsi sebagai pusat penanganan stunting.

“Secara khusus, Gedung Tumbuh Kembang anak yang dikelola Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Sintang, saya berharap dapat difungsikan untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sintang,” katanya.

Gregorius juga meminta agar gedung tersebut dijadikan pusat sosialisasi dan diseminasi program pembangunan daerah.

“Saya minta gedung ini menjadi pusat sosialisasikan dan diseminasikan memiliki RPJMD Kabupaten Sintang tahun 2025–2029 sebagai pedoman kami menjalankan amanah yang diberikan kepada kami berdua, untuk melakukan intervensi yang tepat sasaran dan memperkuat partisipasi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua IBI Cabang Kabupaten Sintang, Yuli Sri Ayu, menuturkan bahwa layanan di Klinik Tumbuh Kembang akan difokuskan pada bayi dengan gangguan tumbuh kembang.

“Jadi memang harapan kita, ingin segera merealisasikan pelayanan di Klinik Tumbuh Kembang. Terkait di situ, kita fokus pada bayi yang mengalami gangguan tumbuh kembang, sehingga ada proses stimulan yang dilakukan oleh teman-teman tim yang bertugas di Klinik Tumbuh Kembang,” ungkapnya.

Yuli menegaskan bahwa kolaborasi lintas profesi menjadi kunci keberhasilan layanan klinik tersebut.

“Dan itu tidak hanya bidan, tapi ada dokter, kemudian ada psikolog, kemudian ada teman-teman ahli gizi, dari bidan itu sendiri yang bekerja sama melakukan kolaborasi untuk mengatasi gangguan tumbuh kembang pada anak,” ujarnya.

Exit mobile version