Porsenijar PGRI Sintang Digelar, Capaian TKA Jadi Pekerjaan Rumah

Menitterkini.com, SINTANG –

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sintang menggelar Pekan Olahraga, Seni dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Kabupaten Sintang 2026, Senin (5/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga 10 Oktober 2026 ini diikuti guru dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang pendidikan serta perwakilan 14 kecamatan di Kabupaten Sintang.

Porsenijar tidak hanya menjadi ajang olahraga dan seni, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi, meningkatkan kreativitas serta kompetensi guru sekaligus menyeleksi peserta terbaik yang akan mewakili Sintang pada tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kota Singkawang, 2–6 November 2026.

Ketua III PGRI Kabupaten Sintang Sih Sarwodadi Teguh yang mewakili Ketua PGRI Sintang Yustinus mengatakan, guru merupakan salah satu unsur strategis dalam pembangunan sumber daya manusia.

Menurutnya, selain menjalankan tugas utama dalam pembelajaran, guru juga dituntut memiliki kebugaran jasmani, kreativitas, kemampuan bersosialisasi, sportivitas dan semangat meningkatkan kompetensi serta profesionalisme.

“Guru merupakan salah satu unsur strategis dalam pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.

Ia mengatakan, Porsejar menjadi wadah bagi para guru untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga, seni dan pembelajaran sekaligus memperkuat persaudaraan di lingkungan PGRI.

Adapun cabang yang dipertandingkan meliputi bulu tangkis, tenis meja, bola voli, futsal, sepak takraw, menyanyi solo, senam PGRI, tari solo serta lomba pembelajaran mendalam bagi guru TK, SD, SMP dan SMA/SMK.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Sudirman, mengingatkan bahwa kegiatan tersebut harus dimaknai lebih jauh dari sekadar mengejar prestasi olahraga dan seni.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sintang harus menjadi perhatian bersama.

Sudirman mengungkapkan, capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kabupaten Sintang masih berada di posisi bawah di tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

“Pencapaian TKA kita di Kabupaten Sintang itu urutan keempat dari bawah se-Kalimantan Barat. Ini membuat kita sedih,” katanya.

Ia berharap capaian TKA pada tahun ini dapat meningkat. Upaya tersebut, kata dia, telah ditindaklanjuti melalui koordinasi bersama pemerintah daerah dan forum diskusi yang digelar di Singkawang pada 21 September 2026.

Selain persoalan capaian akademik, Sudirman juga menyoroti kekurangan tenaga pendidik, terutama untuk wilayah yang jauh dari pusat kabupaten.

Menurutnya, ketersediaan tenaga guru menjadi salah satu prioritas yang perlu diperhatikan agar pelayanan pendidikan di seluruh wilayah Sintang dapat berjalan maksimal.

“Ini yang memang menjadi prioritas. Jangan sampai pelayanan pendidikan itu tidak maksimal,” tegasnya.

Sudirman juga menyinggung pemberian tunjangan khusus dan tunjangan sertifikasi bagi guru. Menurutnya, berbagai dukungan tersebut perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas dan capaian pendidikan.

“Pemerintah sudah memberikan tunjangan khusus, kemudian tunjangan sertifikasi, tetapi tidak bisa mengubah capaian pendidikan itu. Ini perlu kita pikirkan bersama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar kondisi kabut asap yang sempat melanda Sintang tidak sampai kembali mengganggu proses pembelajaran dan berdampak terhadap capaian peserta didik.

“Jangan sampai ketika kemarin kita dilanda asap, tetapi proses pembelajaran dan pencapaian peserta didik kita menjadi menurun,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh guru untuk terus menjaga kualitas pembelajaran, termasuk memastikan kehadiran dan pelayanan pendidikan tetap berjalan dengan baik.

Porsenijar PGRI Sintang 2026 pun diharapkan menjadi momentum membangun semangat baru bagi para guru untuk tidak hanya berprestasi di bidang olahraga dan seni, tetapi juga meningkatkan kualitas pembelajaran.

Guru-guru terbaik dari ajang tersebut nantinya akan dipersiapkan membawa nama Kabupaten Sintang pada Porsejar tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kota Singkawang.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan rasa senang dan bangganya dapat hadir secara langsung di tengah-tengah para guru yang akan mengikuti berbagai pertandingan dan perlombaan dalam Porsenijar.

Menurutnya, Porsenijar bukan sekadar ajang untuk mencari pemenang dalam bidang olahraga, seni maupun pembelajaran. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun kebersamaan dan mempererat hubungan antarguru dari berbagai sekolah dan wilayah di Kabupaten Sintang.

“Saya merasa senang bisa hadir di tengah-tengah Bapak dan Ibu guru yang akan bertanding dalam kegiatan PORSENIJAR ini. PORSENIJAR adalah kompetisi para guru dan para pendidik. Karena itu, saya yakin kompetisi ini akan berjalan dengan baik, karena yang bertanding adalah orang-orang yang seharusnya menjadi panutan,” ujar Gregorius Herkulanus Bala.

Bupati Sintang menegaskan bahwa semangat kompetisi harus tetap dibangun dalam suasana yang sehat, sportif dan penuh persaudaraan. Menurutnya, kemenangan dalam pertandingan bukan satu-satunya tujuan yang harus dikejar, sebab jauh lebih penting adalah terbangunnya solidaritas dan kebersamaan di antara para guru.

“Saya berharap seluruh pertandingan dan perlombaan dapat berjalan dengan lancar, tertib dan sportif. Jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk membangun solidaritas dan kebersamaan di antara sesama guru di Kabupaten Sintang,” katanya.

Hadir kesempatan itu unsur Forkopimda Kabupaten Sintang, Wakil Ketua III, Pengurus Kabupaten PGRI Sintang beserta jajaran, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Anggota DPRD Sintang Komisi C H.Senen Maryono serta para guru yang menjadi peserta Porsenijar Guru Tingkat Kabupaten Sintang Tahun 2026.

Dengan demikian, Porsenijar bukan sekadar mencari siapa yang menjadi juara, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong guru Sintang menjawab tantangan peningkatan mutu pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *