Cegah Karhutla, Warga Sepauk Keluhkan Infrastruktur dan Kebutuhan Air

Menitterkini.com, SINTANG –
Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sintang terus dilakukan. Namun, di tengah ancaman kebakaran yang masih membayangi, masyarakat di wilayah Kecamatan Sepauk mengeluhkan persoalan infrastruktur dan keterbatasan kebutuhan air.

Keluhan tersebut mencuat dalam kegiatan sosialisasi dan penyuluhan pencegahan karhutla yang digelar Tim Mabes TNI di Balai Adat Desa Temawang Muntai, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB itu diikuti masyarakat dan perangkat dari tiga desa, yakni Desa Sirang Setambang, Desa Temawang Muntai, dan Desa Tawang Sari.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai bahaya dan pencegahan karhutla. Mereka juga menyampaikan kondisi yang dihadapi di lapangan, terutama berkaitan dengan infrastruktur pendukung serta kebutuhan air.

Keterbatasan air menjadi salah satu persoalan yang cukup krusial ketika terjadi kebakaran lahan. Kondisi akses dan infrastruktur yang belum memadai juga dinilai dapat menyulitkan masyarakat maupun petugas apabila harus melakukan pemadaman di lokasi yang jauh dari sumber air.

Masyarakat berharap persoalan tersebut mendapat perhatian pemerintah dan pihak terkait. Sebab, pencegahan karhutla tidak cukup hanya dengan imbauan agar warga tidak membuka lahan dengan cara membakar, tetapi juga perlu didukung sarana dan prasarana yang memadai.

Sementara itu, penyuluhan dipimpin Kolonel Laut Tulus Suswandi bersama Mayor Cba Agus BS. Tim mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 26 orang, terdiri atas tiga kepala desa, perangkat desa, ketua BPD, Satlinmas, Babinsa pendamping, tokoh adat, tokoh agama serta masyarakat.

Tiga kepala desa yang hadir yakni Kepala Desa Temawang Muntai Andi Krismanto, Kepala Desa Sirang Setambung Alexander dan Kepala Desa Tawang Sari Sugianto.

Penyuluhan berlangsung tertib dan lancar. Dalam kesempatan itu, masyarakat juga diajak untuk berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran, sekaligus menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di wilayah masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *