Tim Satgas Mabes TNI Konsisten Ajak Masyarakat Tak Bakar Lahan Saat Musim Karhutla

Menitterkini.com, SINTANG –

Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan Tim Satgas Penyuluhan Pencegahan Karhutla dari Mabes TNI. Masyarakat diajak meningkatkan kepedulian mulai dari diri sendiri untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi musim kemarau.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan penyuluhan kepada warga Desa Mait Hilir, Desa Tanjung Balai dan Desa Peninsung, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Balai Desa Mait Hilir mulai pukul 09.30 hingga 11.30 WIB itu diikuti sekitar 21 orang. Peserta terdiri dari kepala desa, Ketua BPD, Babinsa, perangkat desa, tokoh adat, tokoh agama serta masyarakat.

Dalam penyuluhan tersebut, Tim Satgas Mabes TNI menekankan bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat. Peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah munculnya titik api.

“Penyuluhan pencegahan Karhutla kita mulai dari kepedulian diri sendiri, kemudian mengajak warga masyarakat di sekitar kita,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Masyarakat juga diingatkan mengenai berbagai dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan. Asap akibat Karhutla tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga menyebabkan kualitas udara menjadi buruk dan tidak sehat.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan (ISPA), khususnya bagi anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan.

Dampak Karhutla juga dapat meluas ke sektor pendidikan dan perekonomian. Kabut asap yang pekat dapat menyebabkan kegiatan belajar mengajar terganggu bahkan sekolah harus diliburkan. Aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi pun ikut terdampak.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap pembakaran lahan sebagai persoalan kecil.

Tim Satgas juga mengingatkan agar warga tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang terdapat semak belukar atau lahan yang kering dan mudah terbakar.

Pencegahan Karhutla dimulai dari hal sederhana: tidak membakar lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Dalam kegiatan tersebut hadir Kepala Desa Mait Hilir Paula Rosi, Kepala Desa Peninsung Rasio, Kepala Dusun Desa Tanjung Balai Wahyudi yang mewakili kepala desa, Ketua BPD, Babinsa Sertu Darmawan, perangkat desa, tokoh/tumenggung adat, tokoh agama serta warga masyarakat.

Melalui penyuluhan yang dilakukan secara konsisten dan langsung menyentuh masyarakat, Tim Satgas Mabes TNI berharap kesadaran bersama dalam mencegah Karhutla semakin kuat.

Sebab, menjaga agar tidak terjadi kebakaran jauh lebih baik daripada harus berjuang memadamkan api dan menghadapi dampaknya setelah asap menyebar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *